Rasiem, warga Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, memilih pergi mengungsi karena rumahnya terendam banjir, Senin (12/1/2026).(KOMPAS.COM/NUR ZAIDI)
Banjir masih merendam Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, selama empat hari berturut-turut. Hingga Selasa (13/1/2026), genangan air akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai avour yang bermuara ke Sungai Sipon belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Pantauan di Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, pada pukul 11.30 WIB menunjukkan ketinggian air masih berkisar 50 sentimeter. Genangan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga telah merendam rumah-rumah penduduk sejak beberapa hari terakhir.
Ironisnya, meski terdampak banjir dalam waktu cukup lama, sejumlah warga mengaku belum menerima bantuan logistik maupun material, baik dari pemerintah desa maupun pihak lain.
Salah seorang warga, Bagus Panuntun (41), menyampaikan bahwa hingga kini bantuan yang dirasakan warga baru sebatas perhatian nonmaterial.
“Bantuannya banyak doa, kalau yang materi belum ada,” ujar Bagus.
Meski demikian, ia mengaku tidak terlalu menuntut bantuan berupa sembako. Menurutnya, doa agar banjir segera surut pun sudah menjadi bentuk kepedulian.
“Yo didoakan cepat surut juga sudah bantuan,” katanya.
Bagus menuturkan, banjir telah merendam rumahnya selama tiga hari. Di dalam rumah, ketinggian air mencapai atas mata kaki, sementara di luar rumah air hampir mencapai lutut orang dewasa. Kondisi serupa dialami warga lainnya, Sumtono, yang menyebut air sudah masuk ke rumahnya hingga mendekati lutut sejak sehari sebelumnya.
“Rumah saya segini (menunjuk bawah lutut), sejak kemarin,” ungkapnya.
Meski rumah mereka tergenang, Sumtono dan keluarganya memilih tetap bertahan di rumah. Namun, ia menyebut sebagian tetangganya sudah mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.
“Kalau saya belum (mengungsi), tapi tetangga ada yang ke rumah saudara,” ujarnya.
Sebelumnya, Kasi Pemerintahan Desa Wonorejo, Nur Khalim, mengungkapkan bahwa hampir seluruh warga desa terdampak banjir. Dari sekitar 4.600 jiwa penduduk, hanya sebagian kecil yang berada di wilayah relatif aman dari genangan.
Khalim mengakui bahwa hingga saat ini belum disiapkan lokasi pengungsian resmi, lantaran belum ada permintaan langsung dari warga. Meski begitu, pihak desa memastikan akan melakukan evakuasi apabila kondisi memburuk dan debit air terus meningkat.
“Untuk sementara warga masih mengungsi mandiri. Kalau nanti banjir berlarut-larut dan air makin tinggi, kami akan usahakan evakuasi,” jelasnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak telah menurunkan pompa air berkapasitas 250 liter per detik di Desa Wonorejo. Upaya tersebut ditargetkan dapat mempercepat penyusutan genangan dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan.
