Anji (Sumber : kapanlagi.com)
Buletinmedia.com – Penyanyi dan musisi Anji baru-baru ini membuat pernyataan tegas melalui akun Instagram-nya mengenai hubungan antara penyanyi dan penulis lagu di industri musik Indonesia. Pernyataan ini menyusul isu yang sedang ramai diperbincangkan tentang Agnez Mo dan Ari Bias, yang kini tengah berperkara di pengadilan terkait royalti.
Anji, yang dikenal dengan lagu-lagunya yang hits, menyampaikan bahwa ada kebiasaan buruk yang sudah berlangsung lama di kalangan industri musik Indonesia. Dia mengungkapkan bahwa banyak penyanyi yang membawakan lagu tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada penciptanya. Meskipun terdapat lembaga yang mengurusi pembayaran royalti seperti LMK (Lembaga Manajemen Kolektif), kenyataannya pencipta lagu seringkali tidak menerima hak-haknya dari penampilan tersebut.
“Sudah jadi KEBIASAAN dari ANGGAPAN, bahwa membawakan lagu apapun tidak perlu meminta izin Pencipta lagunya. Sudah ada LMK yang akan membayarkan hak (royalti) Pencipta lagunya. KENYATAAN: Pencipta lagu tidak mendapat haknya dari panggung manapun,” ungkap Anji di Instagram-nya, Jumat (7/2).
Anji menyoroti dampak dari kebiasaan tersebut, di mana para penyanyi seringkali tidak mengenal siapa yang menciptakan lagu yang mereka bawakan, bahkan mungkin tidak tahu nama penciptanya. Salah satu contoh yang dia berikan adalah pengakuan dari Denny Chasmala, penulis lagu “Berharap Tak Berpisah” yang pertama kali dibawakan oleh Reza Artamevia dan kemudian dicover oleh Lyodra.
“Lagu ‘Berharap Tak Berpisah’ yang dibawakan Lyodra pecah banget. Gue seneng liat Lyodra dan bandnya bagus. Tapi ada pertanyaan, Lyodra kenal gue gak ya? Tapi gapapa deh gakenal kan wajar orang belakang panggung. Yang sedih sih, royaltinya performing right gue dapet apa gak. Hahahaha. Nasib. Mungkin lagu itu rezekinya para Penyanyi,” ujar Denny Chasmala yang ditampilkan oleh Anji.
Anji juga memberikan contoh lain, yakni lagu “Rungkad” yang ditulis oleh Vicky Prasetyo dan menjadi hit setelah dibawakan oleh Happy Asmara. Meskipun lagu tersebut berhasil menarik perhatian dan populer, Anji menekankan bahwa keberhasilan sebuah lagu tetap tidak bisa menghapuskan hak dari pencipta lagu.
“Benar. Lagu dan Penyanyi itu jodoh-jodohan. Belum tentu sebuah lagu akan hits jika dibawakan sendiri oleh Pencipta lagunya, atau tidak di-cover Penyanyi lain. ‘Rungkad’ belum tentu semeledak itu hingga dibawakan di Upacara Kemerdekaan RI, jika tidak di-cover oleh Happy Asmara. Tapi, faktor itu tidak bisa menghilangkan hak dari Pencipta lagunya,” ujar Anji.
Namun, Anji juga menekankan bahwa dalam hal ini, penyanyi bukanlah pihak yang bersalah. Sebaliknya, kebiasaan yang sudah diwariskan di industri musik menjadi masalah utama yang harus diperbaiki.
“Ironis kan ketika Penyanyinya kaya raya dari meledaknya sebuah lagu, sementara Pencipta lagunya tidak mendapat apa-apa. Dalam hal ini empati sangat diperlukan,” jelas Anji, seraya menambahkan, “Apakah Happy Asmara salah? TIDAK. Tapi KEBIASAAN yang diwarisi lah yang salah.”
Melalui unggahan ini, Anji mengajak semua pihak untuk berpikir dengan jernih dan mencari solusi bersama guna menciptakan ekosistem musik Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan bagi semua pihak, baik penyanyi maupun penulis lagu.
Anji berharap agar seluruh elemen industri musik Indonesia dapat memahami pentingnya menghargai peran masing-masing dalam menciptakan karya musik, sehingga masalah terkait royalti dan hak cipta bisa diselesaikan dengan lebih baik di masa depan.
