Ilustrasi perempuan dengan tan skin. Foto: freepik
Buletinmedia.com – Tanned skin adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan warna kulit kecokelatan atau sawo matang yang banyak dianggap eksotis, terutama oleh orang-orang berkulit putih. Warna kulit ini terjadi karena tingginya kadar melanin, pigmen alami yang berfungsi melindungi kulit dari efek buruk sinar ultraviolet (UV) matahari. Saat kulit terpapar sinar UV, tubuh merespons dengan meningkatkan produksi melanin, sehingga warna kulit menjadi lebih gelap sebagai bentuk perlindungan alami.
Di negara-negara Barat dan daerah dengan iklim dingin, kulit tanned sering diasosiasikan dengan tanda kesehatan, vitalitas, dan kecantikan. Fenomena ini mulai populer sejak tahun 1940-an, saat wanita mulai memakai bikini dan berjemur untuk mendapatkan warna kulit cokelat yang dianggap menarik. Berbagai produk pelindung kulit seperti krim, minyak, dan reflektor cahaya turut digunakan untuk memaksimalkan proses tanning, menjadikannya sebuah tren yang melekat di masyarakat.
Namun, meski kulit tanned terlihat eksotis, kebiasaan berjemur berlebihan membawa risiko serius bagi kesehatan kulit. Studi dari Journal of Clinical Oncology menunjukkan peningkatan drastis kasus melanoma, jenis kanker kulit yang mematikan, sejak tahun 1950-an. Paparan sinar UV yang terlalu lama bisa menyebabkan kerusakan DNA dalam sel kulit, yang berpotensi memicu perkembangan kanker.
Pakar kulit dan ahli kanker kulit, Dr. Marko Lens, menegaskan bahwa gelapnya kulit akibat tanning adalah tanda kerusakan yang terjadi pada DNA kulit. Ia memperingatkan bahwa berjemur tanpa perlindungan dan dalam waktu yang lama bukanlah cara yang sehat untuk mendapatkan warna kulit cokelat. Sebaliknya, ia menyarankan penggunaan produk pewarna kulit seperti spray tan atau bronzer sebagai alternatif yang lebih aman untuk mencapai warna tanned skin tanpa risiko kerusakan.
Selain itu, Dr. Marko menekankan pentingnya perawatan kulit secara rutin dan konsultasi dengan dokter spesialis kulit. Dengan begitu, orang yang menginginkan tanned skin tetap bisa tampil eksotis tanpa mengorbankan kesehatan. Kesadaran akan risiko berjemur berlebihan dan pilihan metode yang lebih aman menjadi kunci untuk menikmati warna kulit cokelat dengan cara yang sehat dan bertanggung jawab.
