Ilustrasi AI Kloning Suara (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan terkait meningkatnya kasus penipuan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meniru suara orang terdekat korban, termasuk anggota keluarga hingga pejabat pemerintah. Bahkan, suara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan kepala staf Gedung Putih dilaporkan telah dipalsukan dalam beberapa upaya penipuan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
Teknologi kloning suara berbasis AI kini jauh lebih canggih dan mudah diakses. Menurut Rachel Tobac, CEO SocialProof Security, hanya dibutuhkan cuplikan suara berdurasi 15 detik untuk membuat tiruan yang terdengar meyakinkan. Padahal, sebelumnya dibutuhkan satu hingga dua menit suara jernih untuk membuat klon serupa. Hal ini meningkatkan risiko penipuan berbasis suara yang sulit dibedakan dengan suara asli, terutama saat pelaku menyamar sebagai sosok terpercaya.
Salah satu kasus terjadi pada Marco Rubio yang mengaku sejumlah menteri luar negeri dan pejabat publik lainnya menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya. Pelaku bahkan membuat akun palsu di aplikasi perpesanan Signal menggunakan alamat email menyerupai domain resmi pemerintah. Mereka meninggalkan pesan suara dan teks untuk mengelabui korban agar menjalin komunikasi dan membuka akses ke informasi pribadi atau akun penting.
Steve Grobman, Kepala Teknologi McAfee, menyebut penipuan ini berbahaya karena bisa mengecoh bahkan profesional terlatih. Suara yang familiar bisa membuat korban langsung percaya, apalagi jika disertai permintaan mendesak. FBI mencatat peningkatan signifikan kasus penipuan menggunakan AI sejak April 2025. Modusnya beragam, mulai dari pesan teks, pesan suara, hingga panggilan telepon, semuanya mengandalkan suara palsu yang dihasilkan oleh AI.
Sebagai langkah antisipasi, FBI mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi identitas pengirim pesan. Pastikan nomor telepon, organisasi, atau akun media sosial benar-benar milik orang yang bersangkutan. Waspadai pula nada bicara, pilihan kata, dan permintaan mencurigakan. AI kini mampu meniru suara dengan sangat akurat, sehingga insting saja tidak cukup. Pemeriksaan lebih lanjut tetap dibutuhkan agar tidak menjadi korban penipuan suara kloning yang kian marak.
