Ilustrasi steak daging. FOTO/iStockphoto
Buletinmedia.com – Saat Idul Adha, daging sapi kurban biasanya dibagikan dan diolah menjadi hidangan tradisional seperti rendang, sate maranggi, atau semur. Namun, ada juga yang ingin mengubah daging kurban menjadi steak. Pertanyaannya, apakah daging sapi kurban bisa dijadikan steak? Jawabannya bisa, terutama jika menggunakan bagian has dalam atau tenderloin yang dikenal paling empuk.
Sebelum diolah, daging sapi kurban harus diistirahatkan terlebih dahulu agar seratnya rileks dan tidak keras. Penting juga untuk menghilangkan silver skin, yaitu lapisan putih yang menempel pada daging, supaya hasil steak tidak alot. Daging kurban biasanya berasal dari sapi lokal yang cenderung lebih keras, sehingga perlu penanganan khusus untuk melembutkannya.
Salah satu cara melembutkan daging adalah dengan merendamnya dalam parutan nanas atau pepaya, karena enzim alami pada buah tersebut membantu memecah serat otot. Hal ini penting karena setelah disembelih, daging mengalami proses post mortem yang membuat otot menjadi tegang dan teksturnya keras. Dengan perendaman yang tepat, daging akan lebih empuk saat dimasak.
Untuk bumbu, campuran sederhana seperti garam, merica, bubuk bawang putih, dan paprika sudah cukup memberikan rasa khas ala steak barat. Saat memasak, teknik basting menggunakan mentega, bawang putih, dan daun rosemary akan menambah aroma dan membuat permukaan steak lebih mengilap serta tidak kering. Waktu memasak bisa disesuaikan dengan tingkat kematangan yang diinginkan, mulai dari medium rare hingga well done.
Agar steak semakin nikmat, sajikan bersama pelengkap seperti saus BBQ, saus jamur, mashed potato, sayuran panggang, atau creamy spinach. Dengan cara ini, daging sapi kurban yang biasanya diolah secara tradisional bisa menjadi hidangan steak yang lezat dan berbeda, cocok untuk variasi menu saat Idul Adha.
