Ilustrasi martabak telur.(Dok. Sajian Sedap)
Buletinmedia.com – Tren kesenjangan sosial kini tengah ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di platform seperti TikTok dan X (Twitter). Salah satu contoh yang baru-baru ini menarik perhatian adalah kebiasaan makan martabak telur dengan nasi. Fenomena ini muncul sebagai bentuk perbandingan antara dua sudut pandang yang berbeda, menggambarkan bagaimana perbedaan sosial dapat tercermin dalam kebiasaan makan. Topik ini sering dibahas dengan cara yang ringan, bahkan sering disertai candaan, namun pada kenyataannya, ia mencerminkan ketidakseimbangan yang ada di tengah masyarakat.
Kesenjangan sosial sendiri adalah ketidakseimbangan yang terjadi di masyarakat, yang dapat terlihat dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, pendidikan, atau bahkan keadilan sosial. Fenomena ini tidak hanya terjadi dalam konteks ekonomi semata, tetapi juga dalam cara orang memandang sesuatu yang dianggap biasa, seperti makanan. Di media sosial, tren kesenjangan sosial sering kali dijadikan bahan candaan, dari perbedaan tempat tinggal hingga cara orang makan. Kebiasaan makan martabak telur dengan nasi menjadi salah satu contoh yang ramai dibahas, memperlihatkan betapa perbedaan kelas sosial bisa mempengaruhi cara seseorang menikmati makanan.
Salah satu cuitan yang viral di X (Twitter) berasal dari pengguna @dear_upi, yang menceritakan pengalamannya saat diajak makan martabak telur. Ketika dia meminta nasi untuk menyantap martabak, teman yang mengajaknya makan terlihat heran dan bertanya mengapa martabak harus dimakan dengan nasi. Ternyata, orang tersebut tidak terbiasa makan martabak dengan nasi, karena keluarganya membeli martabak telur untuk dimakan berlima. Pengalaman ini membuat cuitan @dear_upi menjadi viral, karena menunjukkan bagaimana kebiasaan makan bisa berbeda tergantung pada latar belakang ekonomi dan sosial seseorang.
Reaksi dari netizen pun beragam. Banyak yang mengungkapkan keheranannya, mengingat bagi sebagian orang, martabak telur biasanya dianggap sebagai camilan ringan, bukan sebagai lauk untuk nasi. Namun, bagi mereka yang kurang mampu atau berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, martabak telur sering kali dijadikan lauk makan nasi untuk menambah kenyang. Beberapa netizen bahkan menceritakan pengalaman serupa, seperti @vr*** yang baru tahu bahwa martabak telur bisa dimakan dengan nasi setelah pacarnya memperkenalkannya, atau @kez** yang mengatakan bahwa ia biasa makan martabak dengan nasi dalam jumlah banyak untuk kenyang.
Selain martabak telur dengan nasi, kesenjangan sosial juga muncul dalam kebiasaan makan lainnya, seperti chicken nugget. Bagi sebagian orang, nugget dianggap hanya sebagai camilan, sementara bagi orang lain, nugget sering dimakan dengan nasi agar lebih mengenyangkan. Fenomena ini menunjukkan bagaimana perbedaan sosial dalam hal ekonomi dan budaya dapat mempengaruhi cara kita memandang dan mengonsumsi makanan. Kebiasaan makan yang dianggap biasa oleh sebagian orang, bisa jadi merupakan cerminan dari kondisi sosial-ekonomi yang lebih luas, yang membedakan cara hidup antara mereka yang memiliki lebih banyak dan mereka yang memiliki lebih sedikit.
