illustrasi: freepik
Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) mengalami gangguan besar pada Senin (10/3) malam, yang membuat jutaan pengguna di berbagai belahan dunia tidak bisa mengakses layanan tersebut. Elon Musk, pemilik X, mengklaim bahwa gangguan ini disebabkan oleh serangan siber berskala besar yang berasal dari alamat IP di Ukraina.
“Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun, ada serangan siber besar-besaran untuk mencoba melumpuhkan sistem X, dengan alamat IP yang berasal dari Ukraina,” ujar Musk dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh CNN.
Namun, Musk tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai apakah serangan ini memiliki keterkaitan dengan pemerintah Ukraina, atau hanya dilakukan oleh kelompok tertentu.
X ‘Tumbang’ di Seluruh Dunia, Ribuan Pengguna Terdampak
Menurut data dari DownDetector, gangguan pada X mulai terjadi sekitar pukul 06.00 waktu Amerika Serikat (AS). Laporan gangguan terus meningkat, dan hingga pukul 10.00 pagi, lebih dari 40.000 pengguna melaporkan tidak bisa mengakses layanan X. Gangguan ini tampak terjadi secara global, memengaruhi pengguna dari berbagai negara.
Banyak pengguna mengeluhkan tidak bisa membuka aplikasi X, tidak dapat memuat postingan, hingga kesulitan mengirim pesan. Gangguan ini memicu berbagai spekulasi mengenai penyebabnya, dari masalah teknis hingga dugaan serangan siber terkoordinasi.
Elon Musk: Ada Upaya Sistematis untuk Membungkam X
Menariknya, sekitar pukul 16.00, Musk mengumumkan bahwa platform X sudah kembali berfungsi. Ia kemudian membuat unggahan di akun pribadinya dan menegaskan bahwa gangguan ini bukan kebetulan, melainkan dilakukan oleh kelompok besar yang terorganisir dan/atau suatu negara.
“Sebuah kelompok besar yang terkoordinasi dan/atau suatu negara terlibat,” tulis Musk di X.
Ia juga menyiratkan bahwa ada pihak-pihak yang ingin membungkam X dan dirinya, tanpa menyebut secara spesifik siapa yang dimaksud.
Ahli Siber: Terlalu Dini untuk Menyalahkan Serangan Siber
Meski Musk menyebut serangan siber sebagai penyebab utama, beberapa pakar keamanan siber belum sepenuhnya yakin. Eric Noonan, CEO perusahaan keamanan siber CyberSheath, mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menyimpulkan.
“Salah satu hal yang harus selalu ditanggapi dengan skeptis adalah pernyataan apa pun yang dibuat dalam waktu singkat, segera, atau bahkan dalam kasus ini selama serangan,” ujar Noonan.
Ia menekankan bahwa diperlukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan apakah benar gangguan ini disebabkan oleh serangan siber atau ada faktor teknis lainnya.
Elon Musk dan Sejarah Klaim Serangan Siber
Musk sendiri dikenal sering mengaitkan gangguan teknis dengan dugaan serangan siber. Sebelumnya, pada Agustus 2024, saat percakapannya dengan Donald Trump di X mengalami keterlambatan hingga 42 menit, Musk juga menyebut ada kemungkinan serangan siber yang menjadi penyebabnya.
Namun, hingga kini, belum ada bukti konkret yang menguatkan klaim Musk terkait gangguan X kali ini. Apakah benar ada upaya terkoordinasi untuk melumpuhkan X, atau ini hanya masalah teknis biasa? Jawabannya masih harus menunggu investigasi lebih lanjut.
