pregnant woman/illustrasi/freepik
Sahur untuk ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh ibu dan janin selama bulan Ramadan. Pemilihan menu yang tepat saat sahur menjadi kunci utama agar ibu hamil tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang selama berpuasa. Lalu, seperti apa menu sahur yang dianjurkan bagi ibu hamil yang memutuskan untuk menjalani puasa?
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Muhammad Fadli, SpOG, menjelaskan bahwa salah satu asupan yang paling penting untuk ibu hamil saat sahur adalah karbohidrat kompleks. Karbohidrat jenis ini lebih lama dicerna oleh tubuh karena mengandung banyak serat, vitamin, dan mineral, yang sangat bermanfaat untuk menjaga energi dan mencegah rasa lapar cepat datang. Karbohidrat kompleks bisa diperoleh dari biji-bijian utuh, kentang, ubi, serta berbagai jenis buah-buahan.
“Karbohidrat kompleks harus menjadi fokus utama, dan pastikan juga mengonsumsi multivitamin khusus ibu hamil, termasuk asam folat dan kalsium,” kata dr. Fadli saat dihubungi oleh detikcom. Selain itu, ia juga mengingatkan ibu hamil untuk menghindari konsumsi makanan atau minuman manis berlebihan saat sahur, karena bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat naik dan turun, sehingga meningkatkan rasa lemas atau lesu selama berpuasa.
Jika ibu hamil ingin mengonsumsi sesuatu yang manis, dr. Fadli menyarankan agar memilih buah-buahan seperti kurma yang kaya manfaat dan memberikan energi secara lebih stabil. Ia menekankan pentingnya konsumsi protein yang cukup saat sahur untuk menjaga daya tahan tubuh dan mendukung perkembangan janin.
Selain memperhatikan jenis makanan, penting juga untuk memastikan asupan cairan yang cukup. Ibu hamil disarankan untuk minum air sekitar 2 liter antara waktu berbuka puasa dan sahur untuk mencegah dehidrasi. Gejala dehidrasi seperti urine yang pekat, bau urine yang tajam, serta pusing, disertai dengan berkurangnya gerakan bayi, harus diwaspadai. Jika mengalami gejala tersebut, dr. Fadli menyarankan agar ibu hamil segera membatalkan puasanya untuk menjaga kesehatan.
Dr. Fadli juga mengingatkan bahwa kondisi tubuh ibu hamil berbeda dengan orang lain. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya tidak memaksakan diri untuk berpuasa jika merasa tidak kuat atau jika kondisinya tidak stabil. Konsultasi berkala dengan dokter kandungan sangat dianjurkan untuk memastikan ibu hamil dalam kondisi terbaik selama menjalani puasa.
“Puasa itu bukan tentang memaksakan diri. Dalam agama Islam ada istilah fidyah, jadi kenali batas kemampuan tubuhmu dan jangan memaksakan diri,” tambah dr. Fadli menutup penjelasannya.
