Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/12/2024).(Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Buletinmedia.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dengan tegas bahwa seorang pemimpin sejati harus memiliki keberanian untuk memberikan teladan yang baik, bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang bisa menginspirasi dan memberi dampak positif bagi masyarakat. Ia menyampaikan hal tersebut dengan penuh keyakinan dalam acara Resepsi Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu, 5 Februari 2025. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo dengan penuh semangat menceritakan bagaimana salah satu stafnya menunjukkan sebuah foto yang memperlihatkan dirinya bersama Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Menurut Prabowo, Gus Dur adalah sosok pemimpin yang patut dicontoh, baik dari segi pemikiran maupun tindakannya dalam memimpin bangsa ini.
Prabowo menjelaskan lebih lanjut bahwa salah satu kualitas luar biasa yang dimiliki oleh Gus Dur adalah komitmennya yang teguh dalam mempromosikan Islam yang moderat, penuh dengan kedamaian, dan jauh dari sikap ekstrem. Gus Dur, kata Prabowo, bukan hanya seorang pemimpin agama yang berpengaruh, tetapi juga seorang pejuang yang berani membela prinsip-prinsip keadilan dan toleransi. Salah satu contoh yang Prabowo angkat adalah keberanian Gus Dur dalam membela kelompok minoritas yang sering kali menjadi korban sikap intoleransi di masyarakat.
Prabowo juga menceritakan sebuah momen bersejarah yang menunjukkan keteguhan hati Gus Dur dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Ia menyebutkan bagaimana Gus Dur dengan berani melindungi gereja dan vihara yang saat itu terancam ancaman bom, yang bisa saja menimbulkan kekacauan besar jika tidak segera ditangani dengan bijaksana. Dalam menghadapi ancaman tersebut, Gus Dur tidak ragu untuk mengambil langkah-langkah konkret demi melindungi tempat ibadah umat beragama, termasuk menginstruksikan kepada Partai Gerindra untuk turut menjaga dan mengawasi tempat ibadah tersebut agar tetap aman.
Prabowo menegaskan dalam pidatonya bahwa seorang pemimpin yang baik harus berani mengambil keputusan yang benar dan memberikan contoh yang baik bagi rakyatnya, meskipun langkah tersebut tidak selalu mendapat dukungan atau popularitas dari banyak pihak. Sebab, menurutnya, keberanian untuk melakukan hal yang benar dan adil adalah karakter utama yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin, terutama dalam situasi yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Ia mengajak semua pihak untuk meneladani semangat keberanian Gus Dur dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebinekaan di Indonesia.
