Menteri BUMN, Erick Thohir (Foto: Istimewa)
Buletinmedia.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memberikan penjelasan mendalam terkait langkah efisiensi anggaran yang diambil setelah anggaran Kementerian BUMN dipangkas sebesar Rp 215 miliar. Erick mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran ini adalah bagian dari tantangan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo melalui Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, kepada seluruh kementerian dan lembaga pemerintah untuk memperketat pengeluaran dan meningkatkan kinerja melalui efisiensi. Menurutnya, pemangkasan anggaran ini bukan berarti kementerian tidak dapat berfungsi secara optimal, tetapi justru menjadi dorongan bagi kementerian untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas dalam melakukan kegiatan operasionalnya. Erick menegaskan bahwa efisiensi anggaran seharusnya mendorong sinergi antar kementerian dan lembaga, bukan justru menghambat upaya-upaya untuk mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan.
Erick juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas kementerian untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Salah satu bentuk sinergi yang ditekankan oleh Erick adalah pertemuan rutin antar kementerian terkait, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, dan Kementerian Ekonomi Kreatif, yang bertujuan untuk mendorong peningkatan ekspor produk-produk UMKM Indonesia. Ia menambahkan bahwa hal ini juga mencakup memastikan bahwa pameran-pameran UMKM yang diselenggarakan dapat menarik pembeli, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Menurut Erick, sinergi yang efektif antar kementerian ini penting agar program pemerintah dapat berjalan dengan lebih terkoordinasi dan mencapai hasil yang lebih optimal.
Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa sinergi antar kementerian ini tidak hanya bertujuan untuk mendorong perkembangan UMKM, tetapi juga untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan mencapai angka 5% pada tahun ini. Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan positif ini, menurut Erick, membuka lebih banyak peluang usaha yang akan berdampak langsung pada masyarakat. Hal ini juga akan memberikan ruang yang lebih besar bagi pembiayaan usaha yang lebih inklusif melalui program-program pembiayaan yang sudah ada, seperti PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Erick melaporkan bahwa salah satu bentuk pembiayaan yang disalurkan melalui PNM Mekaar adalah pinjaman yang berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta, yang ditujukan untuk mendukung UMKM, khususnya yang berada di sektor mikro dan kecil.
Selain itu, Erick juga menjelaskan bahwa untuk program KUR, pinjaman yang dapat diberikan bisa mencapai angka yang jauh lebih besar, yakni hingga Rp 500 juta, tergantung pada kebutuhan dan kemampuan usaha tersebut. Program KUR ini, menurut Erick, merupakan salah satu pilar utama dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi sektor usaha kecil dan menengah di Indonesia. Dengan total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 255 triliun per tahun, Erick berharap bahwa KUR dan PNM Mekaar dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat sektor perekonomian yang berbasis pada usaha mikro dan kecil. Dia menekankan bahwa kunci keberhasilan dari program-program ini adalah kolaborasi yang solid antara berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, lembaga keuangan, dan pelaku usaha itu sendiri.
Erick mengakhiri pernyataannya dengan mengingatkan bahwa efisiensi anggaran dan sinergi antar kementerian adalah langkah strategis yang harus dilakukan untuk memastikan Indonesia dapat terus maju secara ekonomi. Menurutnya, kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah, seperti efisiensi anggaran, akan mampu mendongkrak perekonomian Indonesia jika dilakukan dengan konsisten dan disertai dengan upaya nyata untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia berharap, dengan adanya sinergi yang baik antara kementerian dan lembaga serta dengan pemanfaatan program-program pembiayaan yang tepat sasaran, Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
