Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Barat bersama Satlantas Polres Indramayu melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kecelakaan maut Jalur Pantura Kiajaran, Kabupaten Indramayu (Foto : Darfan)
INDRAMAYU, Buletinmedia.com – Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat bersama Satlantas Polres Indramayu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan maut di Jalur Pantura Kiajaran Kulon, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin siang. Proses olah TKP dilakukan secara ilmiah dan digital untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan 12 orang serta mengakibatkan enam korban lainnya mengalami luka-luka.
Dalam proses rekonstruksi, petugas menghadirkan tiga kendaraan dengan jenis yang sama seperti kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Langkah tersebut dilakukan untuk menggambarkan secara detail kronologi peristiwa, mulai dari posisi kendaraan sebelum tabrakan hingga titik benturan yang menyebabkan kecelakaan beruntun di jalur Pantura tersebut.
Kecelakaan maut yang terjadi pada Minggu, 12 Juli lalu, menjadi salah satu insiden lalu lintas paling tragis di wilayah Indramayu. Seluruh korban meninggal merupakan penumpang kendaraan pick-up yang terlibat dalam tabrakan dengan dua kendaraan besar.
Olah TKP Dilakukan Secara Ilmiah
Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Barat dikenal menggunakan metode investigasi berbasis teknologi dalam setiap penanganan kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa.
Pada olah TKP kali ini, petugas melakukan pemetaan lokasi kecelakaan secara menyeluruh, termasuk mengukur jarak, menentukan titik benturan, posisi kendaraan, hingga arah pergerakan kendaraan sebelum dan sesudah tabrakan terjadi.
Metode tersebut bertujuan memperoleh gambaran yang akurat mengenai penyebab kecelakaan sehingga hasil penyelidikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Selain melakukan pengukuran, petugas juga mendokumentasikan seluruh kondisi di lokasi menggunakan peralatan khusus untuk kebutuhan analisis lanjutan.
Rekonstruksi Gunakan Tiga Kendaraan
Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, petugas menghadirkan tiga kendaraan yang memiliki spesifikasi serupa dengan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan.
Ketiga kendaraan tersebut digunakan untuk memperagakan setiap tahapan peristiwa sesuai kronologi yang telah dikumpulkan dari hasil pemeriksaan saksi maupun bukti di lapangan.
Dalam rekonstruksi tersebut, petugas memperlihatkan posisi kendaraan pick-up saat hendak berputar arah di jalur Pantura dari arah Jakarta menuju Jawa.
Setelah itu, petugas menggambarkan bagaimana kendaraan pick-up ditabrak dari belakang oleh truk kontainer boks hingga terdorong ke jalur berlawanan.
Di jalur tersebut, kendaraan kemudian kembali tertabrak truk bak terbuka yang datang dari arah sebaliknya sehingga menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Titik Benturan Jadi Fokus Penyelidikan
Selama proses olah TKP, tim TAA menandai sejumlah titik penting yang menjadi bagian dari rangkaian kecelakaan.
Mulai dari titik berhenti kendaraan pick-up sebelum berputar arah, lokasi tabrakan pertama dengan truk kontainer, hingga titik benturan kedua saat kendaraan terdorong ke jalur berlawanan.
Selain itu, lokasi jatuhnya para korban di sepanjang ruas Jalan Pantura juga dipetakan secara rinci.
Seluruh data tersebut nantinya akan dikombinasikan dengan hasil pemeriksaan kendaraan, kondisi jalan, serta keterangan para saksi untuk memperoleh kesimpulan mengenai penyebab pasti kecelakaan.
Analisis Jadi Dasar Penentuan Tersangka
Hingga saat ini, Ditlantas Polda Jawa Barat bersama Satlantas Polres Indramayu masih melakukan pendalaman terhadap seluruh hasil olah TKP.
Analisis yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kronologi kecelakaan, tetapi juga untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur kelalaian yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan tersebut.
Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik dalam menentukan pihak yang bertanggung jawab secara hukum.
Polisi menegaskan seluruh proses dilakukan secara objektif dengan mengedepankan bukti ilmiah sehingga keputusan yang diambil memiliki dasar hukum yang kuat.
Polisi Ingatkan Fungsi Kendaraan Pick-up
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Barat, AKBP J. Manurung, mengatakan proses olah TKP dilakukan menggunakan metode digital dan ilmiah untuk memastikan penyebab kecelakaan dapat diketahui secara jelas.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan kendaraan sesuai dengan peruntukannya, termasuk kendaraan jenis pick-up yang seharusnya digunakan untuk mengangkut barang, bukan penumpang.
“Kami dari Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Barat sedang melakukan olah TKP secara digital dan ilmiah guna mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Kami juga mengimbau masyarakat agar menggunakan mobil sesuai fungsinya, di mana mobil pick-up diperuntukkan mengangkut barang dan bukan manusia. Hingga saat ini kami masih melakukan pendalaman hasil olah TKP, serta mendata seluruh korban untuk proses pemberian santunan,” ujar AKBP J. Manurung.
Imbauan tersebut menjadi perhatian penting mengingat masih banyak kendaraan bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut penumpang, padahal hal tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Korban Meninggal Telah Dimakamkan
Sementara itu, seluruh korban meninggal dunia telah dimakamkan di daerah asal masing-masing setelah proses identifikasi selesai dilakukan.
Suasana duka masih menyelimuti keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya dalam peristiwa tragis tersebut.
Di sisi lain, enam korban yang mengalami luka-luka hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu.
Tim medis terus memantau kondisi para korban agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.
Evaluasi Keselamatan di Jalur Pantura
Kecelakaan maut di Jalur Pantura Kiajaran kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas, terutama di jalur nasional yang setiap hari dilintasi kendaraan berat maupun kendaraan pribadi.
Selain kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, penggunaan kendaraan sesuai peruntukannya juga menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko korban jiwa apabila terjadi kecelakaan.
Hasil olah TKP yang dilakukan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Barat diharapkan mampu mengungkap penyebab pasti kecelakaan sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas di Jalur Pantura.
Penyidik masih menunggu hasil analisis menyeluruh sebelum menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan yang merenggut 12 nyawa tersebut. Dengan pendekatan investigasi berbasis ilmiah, diharapkan penyebab kecelakaan dapat terungkap secara objektif dan menjadi dasar penegakan hukum yang adil.
