Jarang Diketahui! Jus Favorit Ini Ternyata Bisa Bantu Cegah Anemia Menurut Studi (Tangkapan layar)
Buletinmedia.com – Mengonsumsi jus buah menjadi salah satu kebiasaan yang banyak dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain memiliki rasa yang menyegarkan, beberapa jenis jus buah diketahui mengandung berbagai nutrisi penting yang dapat membantu memenuhi kebutuhan harian tubuh.
Salah satu jus buah yang kini menjadi perhatian dalam penelitian kesehatan adalah jus jambu biji merah. Studi terbaru menemukan bahwa minuman alami tersebut berpotensi membantu mengurangi risiko anemia, terutama anemia defisiensi zat besi yang masih menjadi masalah kesehatan di berbagai negara.
Jambu biji merah dikenal sebagai buah dengan kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Buah ini memiliki kadar air yang melimpah, rendah lemak, serta kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Tidak hanya populer sebagai buah untuk menjaga kesehatan, jambu biji juga sering dikonsumsi oleh masyarakat karena dipercaya memiliki berbagai manfaat, termasuk membantu meningkatkan kadar trombosit pada pasien demam berdarah dengue (DBD).
Kini, manfaat lain dari jambu biji kembali menjadi sorotan setelah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi jus jambu biji dengan peningkatan kadar hemoglobin dan penyerapan zat besi dalam tubuh.
Penelitian Ungkap Jus Jambu Biji Bisa Membantu Cegah Anemia
Dilansir dari Food and Wine, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Nutrition Prevention & Health menemukan bahwa jus jambu biji dapat membantu mengurangi risiko anemia defisiensi zat besi apabila dikonsumsi bersamaan dengan terapi suplemen zat besi.
Penelitian tersebut dilakukan melalui studi sistematis dan meta-analisis yang menggabungkan hasil dari berbagai penelitian sebelumnya.
Para peneliti ingin mengetahui seberapa besar pengaruh konsumsi jus jambu biji terhadap kondisi anemia, khususnya pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi.
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menganalisis 17 studi berbeda. Dari jumlah tersebut, enam penelitian melibatkan remaja perempuan, sementara 11 penelitian lainnya melibatkan perempuan hamil.
Kedua kelompok tersebut menjadi perhatian karena remaja putri dan ibu hamil termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami anemia akibat kebutuhan zat besi yang meningkat.
Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi jus jambu biji bersama dengan suplemen zat besi dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kadar hemoglobin.
Kadar Hemoglobin Meningkat Setelah Konsumsi Jus Jambu Biji
Dalam 12 penelitian yang melibatkan total 265 peserta, ditemukan bahwa kadar hemoglobin meningkat rata-rata sebesar 1,71 gram per desiliter (g/dL) setelah peserta mengonsumsi jus jambu biji.
Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang memiliki peran penting dalam membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Ketika kadar hemoglobin rendah, seseorang dapat mengalami anemia dengan berbagai gejala seperti mudah lelah, tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami pusing.
Penelitian tersebut juga melihat perbedaan hasil berdasarkan kelompok peserta.
Pada kelompok remaja perempuan, peningkatan kadar hemoglobin tercatat rata-rata sebesar 1,52 g/dL. Sementara itu, kelompok perempuan hamil mengalami peningkatan yang sedikit lebih tinggi, yaitu sekitar 1,84 g/dL.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kandungan dalam jambu biji, terutama vitamin C, dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik.
Kombinasi Jus Jambu Biji dan Zat Besi Lebih Efektif
Selain melihat dampak konsumsi jus jambu biji secara umum, para peneliti juga membandingkan kelompok yang hanya mengonsumsi suplemen zat besi dengan kelompok yang mengonsumsi suplemen zat besi ditambah jus jambu biji.
Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang mendapatkan tambahan jus jambu biji memiliki peningkatan kadar hemoglobin yang lebih baik.
Dalam lima penelitian yang masuk dalam meta-analisis tersebut, kelompok yang mengonsumsi kombinasi zat besi dan jus jambu biji memiliki kadar hemoglobin rata-rata lebih tinggi sekitar 1,29 g/dL dibandingkan kelompok yang hanya mengonsumsi suplemen zat besi.
Hal ini menunjukkan bahwa jus jambu biji berpotensi membantu meningkatkan efektivitas penyerapan zat besi dalam tubuh.
Namun, para peneliti juga menegaskan bahwa hasil penelitian ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut.
Kandungan Vitamin C Jambu Biji Berperan Penting
Salah satu alasan jambu biji dipercaya mampu membantu mengurangi risiko anemia adalah kandungan vitamin C yang cukup tinggi.
Vitamin C memiliki peran penting dalam membantu tubuh menyerap zat besi, terutama zat besi non-heme yang berasal dari sumber makanan nabati.
Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung zat besi, keberadaan vitamin C dapat membantu meningkatkan proses penyerapan sehingga zat besi lebih mudah digunakan oleh tubuh untuk membentuk hemoglobin.
Berdasarkan data kandungan nutrisi, dalam 100 gram buah jambu biji terdapat sekitar 56 kalori, 14 gram karbohidrat, 13 gram gula, 0,5 gram serat, 12 miligram sodium, serta 24 miligram vitamin C.
Selain vitamin C, jambu biji juga mengandung berbagai nutrisi lain yang mendukung kesehatan tubuh.
Kandungan tersebut membuat jambu biji menjadi salah satu pilihan buah yang baik untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Jus Jambu Biji Bukan Pengganti Pengobatan Anemia
Meski penelitian menunjukkan hasil positif, para ahli mengingatkan bahwa jus jambu biji belum dapat dianggap sebagai pengganti utama dalam pengobatan anemia.
Profesor Sumantra Ray, kepala ilmuwan sekaligus direktur eksekutif NNEdPro Global Institute for Food, Nutrition and Health, menyebutkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dosis terbaik dan durasi konsumsi yang paling efektif.
Menurutnya, jus jambu biji dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi tidak menggantikan terapi medis bagi orang yang mengalami anemia defisiensi zat besi.
Penanganan anemia tetap harus disesuaikan dengan penyebabnya. Pada beberapa kasus, seseorang membutuhkan pemeriksaan medis dan pemberian suplemen zat besi sesuai anjuran dokter.
Apa Itu Anemia dan Mengapa Perlu Diwaspadai?
Anemia merupakan kondisi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat atau kadar hemoglobin yang mencukupi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Menurut Mayo Clinic, hemoglobin memiliki fungsi penting dalam mengangkut oksigen dari paru-paru menuju berbagai jaringan tubuh.
Ketika jumlah hemoglobin rendah, tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang optimal. Akibatnya, seseorang dapat mengalami sejumlah gejala seperti cepat lelah, lemah, sesak napas, kulit terlihat pucat, hingga penurunan kemampuan berkonsentrasi.
Anemia defisiensi zat besi menjadi salah satu jenis anemia yang paling sering terjadi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, kehilangan darah, atau meningkatnya kebutuhan zat besi seperti pada masa kehamilan.
Pentingnya Pola Makan Seimbang untuk Mencegah Anemia
Meskipun jus jambu biji memiliki potensi membantu meningkatkan penyerapan zat besi, pencegahan anemia tetap membutuhkan pola makan yang seimbang.
Tubuh membutuhkan berbagai sumber nutrisi, termasuk zat besi, protein, vitamin, dan mineral lainnya.
Makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah, ikan, telur, kacang-kacangan, serta sayuran hijau dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh.
Mengombinasikan makanan kaya zat besi dengan sumber vitamin C seperti jambu biji, jeruk, atau buah lainnya dapat menjadi salah satu cara untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
Kesimpulan
Studi terbaru menunjukkan bahwa jus jambu biji merah memiliki potensi membantu mengurangi risiko anemia, terutama jika dikonsumsi bersama terapi zat besi.
Kandungan vitamin C yang tinggi dalam jambu biji berperan dalam membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik sehingga dapat mendukung peningkatan kadar hemoglobin.
Meski demikian, jus jambu biji tetap bukan pengganti pengobatan medis. Konsumsi buah ini sebaiknya menjadi bagian dari pola hidup sehat dan dikombinasikan dengan asupan makanan bergizi lainnya.
Dengan kandungan nutrisi yang melimpah, jambu biji merah tidak hanya menjadi minuman segar, tetapi juga salah satu pilihan alami yang dapat mendukung kesehatan tubuh.
Sumber : www.food.detik.com
