Lionel Messi Pecahkan Rekor Diego Maradona, Jadi Raja Assist Piala Dunia (x/fabrizioromano)
Buletinmedia.com – Panggung Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat menjadi saksi bahwa keajaiban Lionel Messi belum habis. Meski telah memasuki usia senja untuk ukuran pesepak bola profesional, megabintang sekaligus kapten tim nasional Argentina ini belum berhenti menorehkan tinta emas. Dalam laga terbaru yang berlangsung penuh drama, pemain julukan La Pulga tersebut kembali memecahkan rekor monumental yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Langkah timnas Argentina di turnamen terakbar jagat raya ini dipastikan berlanjut setelah mereka menyudahi perlawanan sengit wakil Afrika, Mesir. Bertanding di Stadion Atlanta, Amerika Serikat pada Selasa (8/7) malam WIB, Tim Tango sukses memetik kemenangan tipis dengan skor dramatis 3-2. Pertandingan berjalan sangat ketat sejak peluit pertama dibunyikan, namun ketenangan dan magis Messi kembali menjadi pembeda di atas lapangan.
Dalam laga hidup-mati tersebut, Messi tidak hanya memimpin rekan-rekannya secara mental, tetapi juga berkontribusi langsung lewat aksi nyata. Pemain yang kini merumput di Major League Soccer (MLS) itu sukses menyumbang satu gol dan satu assist yang krusial bagi kemenangan tim asuhan Lionel Scaloni.
Pecahkan Rekor Assist Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Kontribusi satu assist yang dilepaskan Lionel Messi dalam pertandingan melawan Mesir ternyata bukan sekadar umpan biasa. Berdasarkan data statistik yang dirilis oleh Squawka, umpan matang Messi yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh bek Cristian Romero tersebut resmi mencatatkan rekor baru dalam sejarah panjang pelaksanaan Piala Dunia.
Dengan tambahan satu umpan berbuah gol tersebut, Messi kini sah berdiri sendirian sebagai raja assist Piala Dunia. Pemain berusia 39 tahun itu menjadi satu-satunya manusia di bumi yang mampu menyumbangkan total 9 assist sepanjang keikutsertaannya di pesta sepak bola empat tahunan tersebut.
Catatan ini menjadi bukti konkret bahwa visi bermain, akurasi umpan, dan kecerdasan taktis Messi sama sekali tidak memudar tergerus usia. Ketika kecepatan fisiknya mulai berkurang, ia menutupnya dengan kemampuan membaca ruang yang semakin matang, memungkinkannya memberikan umpan-umpan mematikan di area pertahanan lawan.
Melampaui Catatan Emas Sang Legenda Diego Maradona
Hal yang membuat rekor baru ini terasa sangat emosional dan unik bagi publik sepak bola Argentina adalah sosok legenda yang berhasil dilewati oleh Messi. Lewat torehan 9 assist tersebut, Messi resmi melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh ikon sepak bola dunia sekaligus pahlawan Argentina di Piala Dunia 1986, Diego Armando Maradona.
Selama kariernya yang legendaris, Maradona mengemas total 8 assist di putaran final Piala Dunia. Selama puluhan tahun, catatan emas El Pibe de Oro itu seolah menjadi angka yang mustahil untuk dikejar oleh pemain Argentina mana pun dari generasi ke generasi. Namun, konsistensi luar biasa Messi di level tertinggi selama dua dekade terakhir akhirnya mampu mematahkan rekor tersebut di tanah Amerika.
Perdebatan mengenai siapa yang terbaik di antara keduanya mungkin tidak akan pernah selesai di warung-warung kopi Buenos Aires. Namun, dari sisi statistik di atas kertas, Messi kini telah memimpin hampir di seluruh lini ofensif penting bagi tim nasional mereka.
Mempertajam Rekor Gol dan Dominasi di Fase Gugur
Selain mengukir sejarah baru lewat kreasi peluang, ketajaman Lionel Messi dalam menjebol gawang musuh juga semakin mengerikan. Satu gol yang ia sarangkan ke gawang Mesir di Stadion Atlanta malam tadi semakin mempertajam rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang Piala Dunia.
Pemilik 8 gelar Ballon d’Or tersebut kini telah mengoleksi total 21 gol di sepanjang penampilannya di Piala Dunia. Angka ini semakin menjauhkannya dari kejaran para striker legendaris dunia lainnya dan memperkokoh posisinya di daftar elit pencetak gol tersubur turnamen.
Tidak berhenti sampai di situ, Messi juga mencatatkan statistik impresif lainnya yang sangat sulit ditiru oleh pemain mana pun di era modern. Ia resmi tercatat sebagai pemain pertama dalam sejarah sepak bola yang berhasil mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun khusus di fase gugur (knockout stage) Piala Dunia.
Mencetak gol di fase grup mungkin menjadi hal biasa bagi pemain bintang, namun menjaga konsistensi mencetak gol di fase gugur—di mana tekanan mental berada di tingkat tertinggi dan taktik pertahanan lawan semakin rapat—adalah pembuktian kelas yang berbeda. Messi menunjukkan bahwa semakin besar tekanan pertandingan, semakin besar pula kontribusi yang mampu ia berikan untuk negaranya.
Berkah bagi Timnas Argentina Menuju Perempat Final
Kemenangan tipis atas Mesir tidak hanya menghasilkan banjir rekor pribadi bagi sang kapten, tetapi yang paling penting adalah mengamankan tiket bagi timnas Argentina untuk melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Keberhasilan ini menjaga asa Albiceleste untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya.
Melihat performa tim yang semakin padu dan mentalitas bertanding yang teruji lewat laga ketat melawan Mesir, langkah Argentina di fase berikutnya tentu akan sangat diwaspadai oleh tim-tim rival. Kombinasi antara pemain muda potensial seperti Julian Alvarez dan Enzo Fernandez, yang ditopang oleh kematangan pemain senior seperti Messi dan Angel Di Maria, membuat taktik permainan Argentina menjadi sangat dinamis.
Bagi para pencinta sepak bola dan pengamat olahraga, situasi ini memunculkan satu kesimpulan menarik: rekor-rekor fantastis milik Lionel Messi dipastikan masih bisa bertambah. Dengan minimal satu pertandingan sisa di babak perempat final—dan potensi terus melaju hingga semifinal atau final—angka-angka statistik milik sang maestro kemungkinan besar akan terus bergeser naik dan semakin sulit untuk dipecahkan oleh generasi masa depan.
Akhir Era yang Manis di Piala Dunia 2026?
Banyak pihak memprediksi bahwa turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini akan menjadi tarian terakhir atau The Last Dance bagi Lionel Messi di level internasional. Di usianya yang hampir menyentuh kepala empat, mempertahankan kondisi fisik untuk bersaing di level tertinggi turnamen sekelas Piala Dunia adalah sebuah pencapaian medis dan atletis yang luar biasa.
Namun, alih-alih tampil sebagai pemain pelengkap atau sekadar duduk di bangku cadangan sebagai motivator tim, Messi justru tetap menjadi motor serangan utama dan poros permainan Argentina. Setiap pergerakannya di lapangan masih mengundang decak kagum, dan kepemimpinannya di dalam ruang ganti menjadi perekat keharmonisan skuad Argentina.
Apapun hasil akhir yang diperoleh Argentina di babak perempat final nanti, perjalanan Lionel Messi di Piala Dunia 2026 sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa dirinya adalah fenomena sekali seabad dalam dunia olahraga. Catatan 9 assist, 21 gol, serta konsistensi di fase gugur adalah warisan berharga yang akan terus dibicarakan dalam sejarah sepak bola dunia hingga puluhan tahun yang akan datang. Bagi para penggemar layar kaca, menikmati sisa-sisa magis dari sang pemain di lapangan hijau saat ini adalah sebuah hak istimewa yang jarang terjadi.
Sumber : www.cnnindonesia.com
