Perayaan Tahun Baru Islam di Cirebon Diwarnai Sembur Api dan Hujan Uang (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Peringatan Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah menjadi momen yang selalu dinantikan oleh sejumlah masyarakat di berbagai daerah. Selain diisi dengan kegiatan keagamaan, sebagian warga juga memiliki tradisi khas untuk memeriahkan pergantian tahun dalam kalender Islam. Salah satunya dilakukan oleh masyarakat Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, warga menggelar berbagai kegiatan unik yang menarik perhatian. Mulai dari atraksi sembur api, permainan sepak bola api, hingga tradisi hujan uang yang melibatkan ratusan warga. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang datang untuk menyaksikan sekaligus ikut memeriahkan acara.
Sejak Senin malam, suasana di Desa Sinarrancang mulai dipadati warga yang ingin melihat rangkaian tradisi tahunan tersebut. Anak-anak, orang dewasa, hingga emak-emak terlihat berkumpul di lokasi acara untuk menyaksikan atraksi yang menjadi ciri khas dalam perayaan Tahun Baru Hijriah.
Salah satu atraksi yang paling menarik perhatian adalah sembur api yang dilakukan oleh para santri dan warga setempat. Dengan membawa obor serta menggunakan minyak tanah, para peserta menampilkan aksi menyemburkan api yang menghasilkan kobaran besar dan kepulan asap.
Atraksi tersebut membuat suasana peringatan Tahun Baru Islam semakin semarak. Cahaya api yang menyala di tengah malam menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir. Meski terlihat menegangkan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Selain sembur api, warga juga menghadirkan permainan sepak bola api sebagai hiburan dalam rangkaian acara. Berbeda dengan permainan sepak bola biasa, bola yang digunakan dalam atraksi tersebut memiliki unsur api sehingga memberikan sensasi tersendiri bagi penonton.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dalam menyambut datangnya tahun baru Islam. Warga berharap tradisi tersebut tetap dapat dipertahankan sebagai bagian dari budaya masyarakat setempat.
Tradisi Hujan Uang Jadi Daya Tarik Warga
Selain atraksi api, tradisi hujan uang menjadi salah satu momen yang paling ditunggu masyarakat. Tokoh masyarakat setempat yang juga pengasuh Yayasan Al-Busthomi menggelar kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur dalam menyambut Tahun Baru Hijriah.
Saat uang kertas dilemparkan ke udara, ratusan warga yang sudah berkumpul langsung berusaha mendapatkannya. Anak-anak hingga emak-emak tampak antusias berebut uang yang berjatuhan.
Meski suasana sempat ramai karena banyak warga yang ingin mendapatkan uang tersebut, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan. Warga tetap menjaga kebersamaan dan menikmati tradisi yang sudah menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru Islam.
Salah seorang warga, Erah, mengaku mendapatkan uang sebesar Rp18 ribu dari tradisi hujan uang tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memang rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk kebersamaan masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam.
“Ini saweran dapat Rp18 ribu, sempat rebutan juga. Setiap tahun biasanya seperti ini dalam menyambut Tahun Baru Islam,” ujar Erah.
Makna Tahun Baru Hijriah bagi Masyarakat Cirebon
Bagi masyarakat Desa Sinarrancang, peringatan Tahun Baru Hijriah bukan hanya sekadar acara hiburan. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi diri sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas nikmat dan kesempatan menjalani kehidupan di tahun yang baru.
Tradisi atraksi api hingga hujan uang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat. Selain mempererat hubungan antarwarga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi dan meningkatkan semangat kebersamaan.
Atraksi yang dilakukan para santri dan warga menjadi simbol semangat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan serta budaya yang sudah melekat di lingkungan masyarakat. Warga berharap perayaan Tahun Baru Islam dapat menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Panitia Tahun Baru Islam, Subandi, mengatakan kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun dan selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Setiap tahun masyarakat menggelar atraksi sembur api hingga sepak bola api untuk memperingati Tahun Baru Hijriah. Tradisi hujan uang juga menjadi bentuk rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi. Harapannya momentum ini dapat meningkatkan keimanan dan menjadi pengingat untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta,” ujar Subandi.
Tradisi Ditutup dengan Doa Bersama
Rangkaian kegiatan peringatan Tahun Baru Islam di Desa Sinarrancang kemudian ditutup dengan berkumpul bersama di masjid desa setempat. Warga mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga.
Tradisi tahunan ini menjadi bukti bahwa peringatan Tahun Baru Hijriah tidak hanya menjadi momen pergantian kalender Islam, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga budaya, mempererat hubungan sosial, dan meningkatkan nilai keagamaan.
Melalui berbagai kegiatan seperti atraksi api, sepak bola api, hingga hujan uang, masyarakat Desa Sinarrancang berharap tradisi tersebut dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari identitas budaya lokal Kabupaten Cirebon.
