sumber-foto-instagram-oliviarodrigo
Penyanyi muda Olivia Rodrigo akhirnya buka suara setelah sempat menjadi sasaran kritik dan perdebatan panas di media sosial akibat penampilannya saat tampil di Barcelona, Spanyol, awal Mei lalu. Bukannya mendapat pujian, pelantun lagu “Drivers License” dan “Vampire” itu justru menuai komentar negatif hanya karena mengenakan gaun bergaya babydoll dengan lengan mengembang dari brand Generation78.
Penampilan tersebut awalnya dikenakan Olivia saat tampil di acara Spotify Billions Club pada 8 Mei 2026. Namun tak lama setelah foto dan video penampilannya beredar, sejumlah netizen di platform X melontarkan komentar kontroversial. Bahkan ada yang menuding gaya busananya membawa “estetika yang menarik bagi pedofil”, sehingga memicu perdebatan luas di media sosial.
Komentar itu rupanya membuat Olivia Rodrigo merasa sangat terganggu. Namun bukan karena dirinya dihina, melainkan karena ia melihat cara pandang masyarakat terhadap tubuh dan pakaian perempuan masih dianggap bermasalah.
Dalam wawancara terbarunya yang dikutip dari E!, Olivia mengaku heran mengapa gaun tertutup dan bergaya feminin justru dianggap tidak pantas oleh sebagian orang. Padahal menurutnya, pakaian tersebut jauh lebih sopan dibanding outfit panggung lain yang pernah ia kenakan sebelumnya.
Ia mencontohkan bahwa dirinya pernah tampil dengan bra berkilauan dan celana pendek di atas panggung, dan merasa nyaman dengan pilihan tersebut. Baginya, semua perempuan memiliki hak untuk menentukan bagaimana mereka ingin tampil tanpa harus menerima stigma atau seksualisasi dari publik.
Olivia juga menyoroti bagaimana perempuan sejak kecil sering dibebani pola pikir bahwa pakaian mereka bisa memicu perilaku buruk orang lain. Menurutnya, pola pikir seperti itu justru menunjukkan bahwa budaya seksualisasi terhadap perempuan sudah terlalu dinormalisasi.
Penyanyi berusia 23 tahun itu menegaskan bahwa gaun babydoll yang dipakainya sama sekali tidak ia anggap sebagai pakaian seksi. Sebaliknya, outfit tersebut justru membuatnya merasa keren dan percaya diri karena mengingatkannya pada ikon musik perempuan yang ia kagumi, seperti Kathleen Hanna dan Courtney Love.
Bagi Olivia Rodrigo, fashion seharusnya menjadi bentuk ekspresi diri, bukan alasan untuk menghakimi atau memberikan label negatif terhadap perempuan yang mengenakannya.
