Sebuah bus sarat penumpang yang melaju dari arah Tegal menuju Cirebon terbakar hebat di Jalur Pantura Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon (Tangkapan Layar)
CIREBON, Buletinmedia.com – Sebuah bus sarat penumpang jurusan Tegal menuju Cirebon terbakar hebat di Jalur Pantura Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis siang. Peristiwa kebakaran tersebut sempat membuat panik para pengguna jalan dan warga sekitar karena kobaran api dengan cepat membesar hingga melalap hampir seluruh badan bus.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penumpang dan kru bus berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum api membesar dan menghanguskan kendaraan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik yang berasal dari sistem pendingin udara atau AC bus.
Peristiwa itu pun menjadi perhatian warga setelah video amatir kebakaran bus beredar luas di media sosial. Dalam rekaman video yang diambil warga, terlihat kobaran api membumbung tinggi disertai asap hitam pekat yang membakar bus di tengah Jalur Pantura Rawaurip. Kondisi tersebut sempat membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat karena banyak pengendara memperlambat laju kendaraan untuk melihat kejadian.
Bus Coyo tersebut diketahui sedang melakukan perjalanan dari arah Tegal menuju Cirebon dengan membawa sejumlah penumpang. Saat melintas di wilayah Rawaurip, sopir bus bernama Yudi mulai mencurigai adanya gangguan setelah muncul asap dari bagian dalam kabin kendaraan.
Menurut Yudi, asap pertama kali terlihat keluar dari bagian AC yang berada di tengah bus. Menyadari kondisi berbahaya tersebut, dirinya langsung mengambil tindakan cepat dengan menepikan kendaraan ke bahu jalan agar penumpang dapat segera dievakuasi.
“Asap muncul pertama kali dari AC yang ada di tengah, kemudian kita langsung menurunkan penumpang. Setelah itu aki kendaraan langsung dicabut supaya tidak semakin parah. Alhamdulillah tidak ada korban. Bus ini dari Semarang tujuan Cirebon,” ujar Yudi, sopir bus.
Meski upaya awal sudah dilakukan, api ternyata dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain bus. Material interior kendaraan yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan hanya dengan alat seadanya. Para penumpang pun terlihat berhamburan menjauh dari lokasi demi menghindari ledakan maupun percikan api.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan ke lokasi. Sebagian warga mencoba membantu proses evakuasi penumpang, sementara lainnya menghubungi petugas pemadam kebakaran dan kepolisian. Tidak sedikit warga yang merekam momen kebakaran tersebut menggunakan telepon genggam hingga akhirnya viral di media sosial.
Kobaran api yang sangat besar membuat sebagian badan bus hangus terbakar dalam waktu singkat. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari kejauhan. Situasi itu sempat membuat arus kendaraan di Jalur Pantura tersendat karena banyak pengendara memperlambat kendaraan saat melintas di lokasi kejadian.
Tak lama setelah laporan diterima, petugas pemadam kebakaran bersama anggota kepolisian langsung menuju lokasi. Satu unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api yang terus membakar bus.
Kapolsek Pangenan, AKP Abdul Majid, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, petugas segera bergerak menuju lokasi bersama tim pemadam kebakaran.
“Sekitar pukul 12.30 WIB kami mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya bus yang terbakar di Jalan Pantura Rawaurip. Setelah itu kami langsung menerjunkan personel bersama petugas damkar ke lokasi kejadian. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik,” ujar AKP Abdul Majid.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memadamkan kobaran api. Cuaca panas serta kondisi bus yang sudah terbakar hampir di seluruh bagian membuat proses pemadaman cukup sulit dilakukan. Petugas terus menyemprotkan air ke titik api agar kobaran tidak merembet ke kendaraan lain maupun area sekitar jalan.
Selama proses pemadaman berlangsung, arus lalu lintas di Jalur Pantura Rawaurip sempat mengalami kemacetan panjang. Polisi terpaksa melakukan pengaturan lalu lintas dan memberlakukan sistem buka tutup jalan demi menjaga keamanan pengguna jalan lainnya.
Meski bus mengalami kerusakan cukup parah, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Tidak ada laporan korban luka serius maupun korban jiwa dalam insiden tersebut. Para penumpang kemudian dipindahkan ke lokasi aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Peristiwa kebakaran bus di Jalur Pantura Cirebon ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kondisi kendaraan umum, terutama sistem kelistrikan dan pendingin udara. Korsleting listrik pada kendaraan kerap menjadi salah satu penyebab utama kebakaran, terlebih jika kendaraan digunakan untuk perjalanan jarak jauh dengan intensitas operasional tinggi.
Pemeriksaan berkala terhadap kabel listrik, mesin, serta perangkat AC dinilai sangat penting guna mengurangi risiko kebakaran. Selain itu, keberadaan alat pemadam api ringan atau APAR di dalam kendaraan juga menjadi hal yang wajib diperhatikan agar penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat saat muncul percikan api.
Sejumlah warga sekitar mengaku panik saat melihat kobaran api membakar bus di tengah jalur utama Pantura. Mereka khawatir api merembet ke kendaraan lain yang melintas maupun memicu ledakan dari tangki bahan bakar kendaraan.
“Saya tadi lihat asap hitam besar sekali dari jauh. Pas didekati ternyata bus terbakar. Penumpangnya sudah turun semua dan warga langsung bantu,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian.
Hingga kini, bangkai bus masih berada di lokasi untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Petugas juga masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran bus tersebut.
Kejadian bus terbakar di Jalur Pantura Rawaurip, Kabupaten Cirebon, ini menjadi perhatian masyarakat karena jalur tersebut dikenal sebagai salah satu akses utama kendaraan antarkota di wilayah utara Jawa Barat. Kepadatan kendaraan yang tinggi membuat setiap insiden di jalur Pantura berpotensi mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.
Beruntung, kesigapan sopir dalam mengevakuasi penumpang menjadi faktor penting yang membuat seluruh penumpang selamat dari kejadian mengerikan tersebut. Jika terlambat mengambil keputusan, bukan tidak mungkin kebakaran bisa menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa ini pun ramai diperbincangkan di media sosial setelah video kebakaran bus tersebar luas. Banyak netizen mengapresiasi tindakan cepat sopir dan kru bus yang berhasil menyelamatkan seluruh penumpang sebelum api membesar.
Selain itu, masyarakat juga berharap pemerintah dan perusahaan otobus lebih memperhatikan standar keselamatan kendaraan umum agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
