Longsor dan Luapan Kali Cijurai Putus Akses Jalan Nagrak–Logikaum (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyebabkan luapan Kali Cijurai hingga memicu longsor di jalur penghubung Nagrak–Logikaum. Peristiwa yang terjadi sejak Selasa malam tersebut mengakibatkan akses utama warga lumpuh total setelah badan jalan amblas dan terputus sepanjang sekitar 40 meter.
Bencana longsor ini terjadi di jalur penghubung antara Desa Sedong Kidul dan Desa Karangwuni. Jalan yang selama ini menjadi akses vital masyarakat mengalami kerusakan cukup parah akibat tergerus arus deras dari luapan sungai. Retakan besar terlihat membelah badan jalan, sementara sebagian ruas lainnya amblas hingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Luapan air dari Kali Cijurai terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan Sedong sejak selepas salat Isya hingga menjelang tengah malam. Debit air sungai meningkat drastis dan menggerus tanah di sekitar jalan penghubung antardesa tersebut. Kondisi tanah yang labil membuat longsor tidak dapat dihindari.
Akibat kejadian ini, aktivitas masyarakat terganggu cukup serius. Jalur Nagrak–Logikaum merupakan akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Sedong dengan Kabupaten Kuningan. Warga biasanya menggunakan jalan tersebut untuk menuju pasar, sekolah, pusat ekonomi, hingga aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Kini, masyarakat harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh karena akses utama sudah tidak dapat digunakan secara normal. Beberapa pengendara bahkan memilih memutar arah demi menghindari lokasi longsor yang dinilai membahayakan keselamatan.
Selain menyebabkan kerusakan jalan, luapan air juga sempat masuk ke permukiman warga di sekitar lokasi terdampak. Sejumlah rumah dilaporkan tergenang air, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Warga memilih berjaga dan memindahkan barang-barang penting untuk mengantisipasi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Sekretaris Desa Karangwuni, Febi Apriadi Habi, mengatakan hujan deras yang turun dalam waktu cukup lama menjadi penyebab utama meluapnya Kali Cijurai. Menurutnya, kondisi kontur tanah di wilayah tersebut memang cukup rawan longsor, terutama saat debit air meningkat tajam.
Ia menjelaskan bahwa lokasi longsor bukan pertama kali mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem. Sebelumnya, beberapa titik di sekitar jalur tersebut juga pernah mengalami longsor dan banjir, bahkan air sempat masuk ke rumah warga.
“Intensitas hujan sangat deras sehingga Sungai Cijurai meluap. Kondisi tanah di sini juga masih labil. Bahkan sebelumnya ada titik lain yang terdampak hingga air masuk ke rumah warga,” ujar Sekdes Karangwuni, Febi Apriadi Habi.
Pemerintah desa bersama unsur Muspika langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat sesaat setelah longsor terjadi. Koordinasi dilakukan bersama sejumlah instansi terkait guna memastikan keselamatan warga sekaligus mencari solusi sementara agar akses masyarakat tidak sepenuhnya terputus.
Petugas gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum, PBWS, Polsek, Koramil, serta pihak kecamatan turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan sementara. Material longsor dibersihkan secara bertahap, sementara petugas memasang tanda peringatan di sekitar area retakan jalan untuk menghindari kecelakaan.
Akses sementara juga mulai dibuka khusus untuk kendaraan roda dua. Namun pengendara diminta tetap berhati-hati saat melintas karena kondisi tanah masih labil dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan apabila hujan kembali turun.
Warga sekitar turut bergotong royong membantu proses penanganan darurat. Beberapa warga terlihat membantu membersihkan material lumpur dan memasang pembatas sederhana di sekitar titik longsor. Mereka berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.
Menurut warga, jalur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak pedagang, petani, dan pekerja yang setiap hari melintasi jalan itu untuk menuju pasar maupun pusat distribusi hasil pertanian.
Jika kerusakan tidak segera ditangani, masyarakat khawatir dampaknya akan semakin luas. Selain menghambat mobilitas warga, kondisi jalan yang putus juga berpotensi mengganggu distribusi barang dan hasil pertanian dari wilayah Sedong menuju daerah lain.
Bencana longsor yang dipicu luapan Kali Cijurai ini kembali menjadi pengingat bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon masih rawan terdampak cuaca ekstrem. Intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banyak sungai meluap dan memicu banjir maupun tanah longsor di berbagai daerah.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah rawan bencana. Penanganan permanen dinilai sangat penting agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.
Selain perbaikan jalan yang amblas, warga juga meminta adanya penguatan tebing serta normalisasi aliran sungai untuk mengurangi risiko longsor dan banjir di masa mendatang. Kondisi kontur tanah yang labil membuat kawasan tersebut membutuhkan penanganan jangka panjang, bukan sekadar perbaikan sementara.
Hingga saat ini, warga bersama petugas gabungan masih bersiaga di lokasi bencana. Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi longsor susulan, terutama apabila hujan kembali mengguyur wilayah Kecamatan Sedong dan sekitarnya.
Situasi di lokasi longsor juga masih menjadi perhatian pengguna jalan. Pengendara yang melintas diminta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. Sementara itu, proses penanganan darurat terus dilakukan sambil menunggu langkah lanjutan dari pemerintah terkait perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana tersebut.
