Trofi Piala Dunia (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Piala Dunia 2026 semakin dekat dan atmosfer turnamen sepak bola terbesar di dunia mulai terasa. Sejumlah negara kini bersiap membentuk skuad terbaik demi mengejar trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Menjelang dimulainya turnamen, berbagai prediksi mengenai calon juara mulai bermunculan, termasuk dari teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Superkomputer Opta baru-baru ini merilis prediksi terbaru mengenai peluang negara-negara peserta untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Hasilnya cukup mengejutkan karena favorit utama versi AI bukan berasal dari negara Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo.
Menurut prediksi Opta, Timnas Spanyol menjadi negara dengan peluang terbesar untuk menjuarai Piala Dunia 2026. La Roja disebut memiliki probabilitas tertinggi dibanding negara-negara lain berkat kekuatan skuad muda yang saat ini sedang berkembang pesat.
Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen edisi kali ini juga menjadi yang terbesar sepanjang sejarah karena akan diikuti lebih banyak peserta dibanding edisi sebelumnya.
Prediksi dari superkomputer Opta langsung menarik perhatian pecinta sepak bola dunia karena menggunakan analisis statistik mendalam, performa tim, kualitas pemain, hingga hasil pertandingan dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam daftar yang dirilis Opta, Spanyol menempati posisi teratas sebagai kandidat terkuat juara dunia dengan probabilitas mencapai 16,08 persen.
Generasi emas baru menjadi alasan utama mengapa Spanyol begitu diunggulkan. Saat ini La Roja memiliki banyak pemain muda berbakat yang tampil impresif di level klub maupun tim nasional.
Nama-nama seperti Lamine Yamal, Pedri, hingga Rodri menjadi pilar penting kekuatan Spanyol. Kehadiran pemain muda dengan kualitas tinggi membuat Spanyol dianggap memiliki keseimbangan sempurna antara pengalaman dan energi muda.
Selain itu, status sebagai juara Eropa juga membuat kepercayaan diri Spanyol semakin tinggi menjelang Piala Dunia 2026. Performa konsisten dalam beberapa turnamen terakhir menjadi salah satu faktor yang membuat AI menjagokan mereka sebagai calon juara.
Di posisi kedua terdapat Timnas Prancis dengan peluang sebesar 12,78 persen. Les Bleus kembali dianggap sebagai salah satu tim paling kuat di dunia berkat kedalaman skuad yang luar biasa.
Prancis memiliki banyak pemain kelas dunia di hampir semua lini. Kombinasi pemain muda dan senior membuat tim asuhan Didier Deschamps tetap menjadi ancaman besar bagi negara lain.
Piala Dunia 2026 kemungkinan juga menjadi turnamen besar terakhir bagi Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis. Karena itu, Prancis diprediksi akan tampil habis-habisan demi menutup era Deschamps dengan gelar juara dunia.
Meski begitu, kejutan justru datang dari posisi Argentina. Tim juara bertahan Piala Dunia tersebut hanya berada di peringkat keempat dalam prediksi Opta dengan peluang sekitar 10,02 persen.
Padahal Argentina masih diperkuat sejumlah pemain berkualitas yang sukses membawa mereka menjadi juara dunia sebelumnya. Namun kondisi fisik beberapa pemain senior menjadi perhatian tersendiri menjelang turnamen.
Salah satu sorotan utama tentu tertuju kepada Lionel Messi. Hingga kini, banyak pihak masih menunggu kepastian apakah Messi benar-benar akan tampil di Piala Dunia 2026 atau tidak.
Jika tampil, turnamen tersebut kemungkinan menjadi Piala Dunia terakhir dalam karier megabintang Argentina itu. Meski masih tampil impresif, usia Messi yang tidak lagi muda membuat kondisi fisiknya terus dipantau.
Argentina tetap dianggap berbahaya karena memiliki mental juara dan sejumlah pemain muda potensial yang mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Timnas Inggris berada satu tingkat di atas Argentina dalam daftar prediksi AI. Finalis Euro terakhir tersebut memiliki peluang sekitar 11,01 persen untuk menjuarai Piala Dunia 2026.
Inggris masih berusaha mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali menjadi juara dunia pada 1966. Generasi pemain saat ini dinilai sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola Inggris.
Nama-nama seperti Jude Bellingham, Bukayo Saka, Phil Foden, hingga Harry Kane menjadi tulang punggung skuad The Three Lions.
Meski memiliki banyak pemain bintang, Inggris masih sering mendapat sorotan terkait mentalitas dalam pertandingan besar. Namun pengalaman tampil di semifinal dan final beberapa turnamen terakhir membuat mereka tetap masuk daftar favorit juara.
Di sisi lain, Brasil justru tidak terlalu diunggulkan dalam prediksi terbaru Opta. Tim berjuluk Selecao tersebut hanya memiliki peluang sekitar 6,48 persen untuk menjuarai Piala Dunia 2026.
Brasil saat ini memasuki era baru bersama pelatih Carlo Ancelotti. Kehadiran pelatih asal Italia tersebut diharapkan mampu membawa perubahan besar bagi tim samba.
Brasil tetap memiliki banyak pemain bintang seperti Vinicius Junior, Raphinha, hingga Neymar yang kemungkinan masih tampil di turnamen tersebut.
Meski tidak menjadi favorit utama, Brasil tetap memiliki sejarah besar di Piala Dunia. Mereka masih menjadi negara dengan koleksi trofi terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Tepat di atas Brasil terdapat Portugal dengan peluang sekitar 6,84 persen. Tim yang dipimpin Cristiano Ronaldo itu masih dianggap memiliki peluang bersaing di level tertinggi.
Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi turnamen dunia terakhir bagi Cristiano Ronaldo. Karena itu, Portugal diprediksi akan tampil dengan motivasi besar demi membantu sang kapten menutup karier internasional dengan trofi paling bergengsi.
Portugal juga datang dengan status juara UEFA Nations League sehingga membuat kepercayaan diri mereka semakin tinggi.
Selain Ronaldo, Portugal kini memiliki banyak pemain muda berkualitas yang bermain di klub-klub elite Eropa. Kombinasi pengalaman dan regenerasi menjadi kekuatan utama mereka.
Belanda juga masuk dalam daftar negara yang masih diperhitungkan. Tim Oranje memiliki peluang sekitar 3,84 persen untuk menjadi juara dunia.
Meski memiliki sejarah panjang di sepak bola dunia, Belanda belum pernah merasakan gelar juara Piala Dunia. Generasi saat ini diharapkan mampu mematahkan kutukan tersebut.
Virgil van Dijk, Ryan Gravenberch, hingga Tijjani Reijnders menjadi pemain penting dalam skuad Belanda saat ini.
Sementara itu, Jerman kembali muncul sebagai salah satu kandidat yang patut diperhitungkan. Meski tampil kurang konsisten dalam beberapa turnamen terakhir, Der Panzer tetap memiliki peluang sekitar 5,66 persen menurut prediksi AI.
Sebagai negara dengan empat gelar juara dunia, Jerman tetap memiliki mental dan pengalaman besar di turnamen internasional.
Generasi baru pemain muda Jerman mulai menunjukkan perkembangan positif dan diharapkan mampu mengembalikan kejayaan sepak bola mereka di Piala Dunia 2026.
Selain tim-tim besar, ada pula negara yang disebut sebagai kuda hitam oleh superkomputer Opta.
Norwegia menjadi salah satu negara yang cukup menarik perhatian. Tim tersebut memiliki peluang sekitar 3,36 persen untuk menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026.
Kehadiran Erling Haaland menjadi alasan utama mengapa Norwegia mulai diperhitungkan. Striker Manchester City tersebut dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik dunia saat ini.
Selain Haaland, Norwegia juga memiliki Martin Odegaard, Alexander Sorloth, hingga Julian Ryerson yang memperkuat kualitas skuad mereka.
Belgia juga masih masuk dalam daftar sepuluh besar favorit juara meski peluang mereka hanya sekitar 2,34 persen.
Generasi emas Belgia memang mulai memasuki masa akhir, namun kualitas pemain yang mereka miliki tetap mendapat respek dari banyak pihak.
Prediksi AI dari Opta tentu bukan jaminan mutlak sebuah negara akan menjadi juara dunia. Dalam sepak bola, kejutan selalu bisa terjadi dan banyak faktor dapat memengaruhi hasil pertandingan.
Cedera pemain, performa saat turnamen berlangsung, strategi pelatih, hingga faktor mental menjadi hal penting yang tidak selalu bisa diprediksi sepenuhnya oleh teknologi.
Namun hasil prediksi tersebut tetap menjadi gambaran menarik mengenai kekuatan negara-negara peserta menjelang Piala Dunia 2026.
Kini para pecinta sepak bola dunia tinggal menunggu apakah prediksi AI tersebut benar-benar akan terbukti saat turnamen dimulai nanti.
Sumber : www.cnbcindonesia.com
