Ratusan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, porak-poranda usai diterjang angin puting beliung (Foto :Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Bencana angin puting beliung menerjang dua kecamatan di Kabupaten Cirebon pada Kamis pagi, menyebabkan ratusan rumah warga rusak parah. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba tersebut menyapu sejumlah wilayah permukiman hingga membuat warga panik dan ketakutan. Tercatat lebih dari 200 rumah terdampak akibat terjangan angin puting beliung yang disertai hujan deras tersebut.
Peristiwa angin puting beliung ini terjadi setelah wilayah Kabupaten Cirebon diguyur hujan cukup lebat sejak Rabu petang. Angin kencang yang berputar dari arah timur menuju selatan itu menghantam sejumlah desa, merusak atap rumah, genteng, hingga bangunan tempat usaha milik warga. Dalam waktu singkat, pusaran angin tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah di beberapa titik permukiman.
Detik-detik terjadinya angin puting beliung di Kabupaten Cirebon bahkan sempat terekam kamera milik warga. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan pusaran angin besar yang bergerak cepat melintasi kawasan permukiman di Desa Muara, Kecamatan Suranenggala. Dalam rekaman tersebut terlihat benda-benda ringan hingga material bangunan beterbangan akibat terjangan angin yang sangat kuat.
Selain itu, hujan deras yang turun bersamaan dengan angin kencang semakin memperparah situasi. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian terlihat panik dan berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Beberapa di antaranya bahkan berlarian keluar rumah karena khawatir bangunan tempat tinggal mereka roboh diterjang angin.
Akibat bencana ini, ratusan rumah di dua desa yang berada di dua kecamatan berbeda mengalami kerusakan cukup serius. Banyak genteng rumah warga terlepas dan berterbangan hingga ratusan meter dari lokasi semula. Bahkan beberapa atap rumah dan kanopi bangunan dilaporkan hilang terbawa angin kencang.
Tidak hanya rumah tinggal, sejumlah warung dan tempat usaha milik warga juga mengalami kerusakan. Beberapa bangunan yang terbuat dari material ringan tidak mampu menahan kuatnya angin sehingga bagian atapnya terangkat dan hancur. Kondisi tersebut membuat sebagian warga terpaksa membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan di sekitar tempat tinggal mereka.
Salah seorang warga Muara Kulon, Darmini, mengaku peristiwa angin puting beliung tersebut terjadi sangat cepat. Ia mengatakan hujan deras tiba-tiba disertai angin kencang yang membuat banyak bagian bangunan beterbangan.
“Jadi memang hujan besar terus ada angin kencang, bangunan banyak yang berterbangan. Kejadian angin kencangnya sangat cepat,” ujar Darmini saat menceritakan detik-detik terjadinya bencana tersebut.
Angin puting beliung ini diketahui menerjang beberapa wilayah, di antaranya Desa Muara dan Desa Mertasinga di Kecamatan Gunungjati. Saat kejadian berlangsung, sebagian besar warga sedang beraktivitas di rumah dan mempersiapkan waktu berbuka puasa.
Warga sama sekali tidak menyangka perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak akan berujung pada bencana angin puting beliung. Awalnya hanya terlihat awan gelap disertai hujan rintik yang kemudian berubah menjadi hujan deras dengan hembusan angin sangat kencang.
Meski berlangsung dalam waktu relatif singkat, dampak yang ditimbulkan dari angin puting beliung ini cukup besar. Banyak rumah warga yang rusak, terutama pada bagian atap dan genteng yang tidak mampu menahan tekanan angin yang sangat kuat.
Tarman, warga Desa Suranenggala, mengungkapkan bahwa angin datang dari arah timur dan langsung menghantam bangunan rumah serta warung miliknya. Ia mengaku sangat terkejut karena kejadian tersebut berlangsung begitu cepat dan menimbulkan suara gemuruh yang cukup menakutkan.
“Angin datang dari arah timur terus langsung menerjang bangunan rumah termasuk warung saya. Kejadiannya sangat menakutkan,” kata Tarman.
Selain merusak rumah warga, bencana angin puting beliung di Kabupaten Cirebon ini juga menumbangkan sejumlah pohon besar di beberapa ruas jalan desa. Bahkan beberapa lampu penerangan jalan umum (PJU) dilaporkan roboh akibat tidak kuat menahan terpaan angin.
Pohon-pohon yang tumbang sempat mengganggu akses jalan warga karena menutup sebagian badan jalan. Warga bersama aparat desa kemudian bergotong royong membersihkan batang pohon dan puing-puing bangunan yang berserakan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.
Saat ini, warga yang rumahnya mengalami kerusakan masih berupaya melakukan perbaikan sementara secara mandiri. Mereka mengumpulkan sisa material bangunan yang masih bisa digunakan untuk menutup bagian rumah yang rusak agar tetap dapat ditempati.
Beberapa warga terlihat membersihkan genteng dan potongan kayu yang berjatuhan di halaman rumah maupun di jalan lingkungan. Kondisi ini menunjukkan dampak cukup besar yang ditimbulkan oleh bencana angin puting beliung tersebut.
Hingga kini, warga berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat bencana alam tersebut. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, terutama saat musim hujan yang sering disertai angin kencang.
Peristiwa angin puting beliung yang menerjang Kabupaten Cirebon ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba. Angin kencang yang datang mendadak dapat menimbulkan kerusakan besar dalam waktu singkat, terutama pada bangunan yang tidak memiliki struktur kuat.
Saat ini kondisi di lokasi kejadian mulai berangsur kondusif. Warga bersama aparat setempat terus melakukan pembersihan lingkungan dari sisa-sisa puing bangunan yang rusak akibat terjangan angin puting beliung tersebut.
