(KOMPAS.com/DIAN ERIKA)
Kebakaran hebat yang melanda gedung kantor Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, meninggalkan kisah dramatis dari para saksi mata yang melihat langsung upaya putus asa karyawan menyelamatkan diri. Budi, warga sekitar, menjadi salah satu saksi yang melihat momen mencekam itu tepat dari depan gedung.
Menurut Budi, karyawan yang berada di lantai atas berteriak-teriak meminta pertolongan ketika asap mulai mengepul dari lantai 1. Dari suara panik mereka, jelas terlihat bahwa mereka masih dalam kondisi sadar, namun terkepung kepulan asap pekat. Saat itu, Budi menghirup bau yang tidak biasa — aroma kimia menyengat yang ia gambarkan mirip bau baterai terbakar, menandakan sumber api berasal dari material berbahaya.
Ketika petugas pemadam tiba sebelum pukul 13.00 WIB, situasi sudah semakin genting. Kaca lantai atas terpaksa dijebol demi membuka jalur evakuasi karena akses dari bawah tidak memungkinkan. Damkar memasang tangga darurat hingga ke atap untuk membantu karyawan yang terjebak. Beberapa karyawan berhasil turun melalui tangga itu, sementara yang lain menempuh jalur ekstrem: melompat melalui jendela ruko sebelah atau menuruni tali seadanya demi menyelamatkan diri.
Budi bahkan melihat seorang karyawan pertama yang melompat dan mengabarkan bahwa masih ada lebih dari 20 orang yang terjebak di atas. Kepanikan makin terasa ketika karyawan lain mengikuti, sebagian memilih rute alternatif di gedung samping demi lolos dari gelapnya asap.
Wandi, saksi lain, memastikan api pertama kali terlihat besar di lantai 1. Asap tebal menjalar cepat ke lantai-lantai atas, memaksa karyawan berlari naik untuk mencari tempat aman. Dari bawah, Wandi melihat jelas bayangan karyawan yang melambaikan tangan sambil berteriak meminta tolong dari jendela lantai tinggi.
Informasi resmi dari Damkar menyebutkan bahwa kebakaran mulai terdeteksi pukul 12.43 WIB dan pemadaman dimulai pukul 12.50 WIB. Api baru benar-benar dijinakkan sekitar pukul 14.10 WIB, sementara proses pencarian korban berlanjut hingga sore hari.
Total 22 orang ditemukan meninggal dunia, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan, termasuk seorang ibu hamil tujuh bulan. Mayoritas korban ditemukan di lantai 3, 4, dan 5 — lantai-lantai yang menjadi perangkap karena asap cepat memenuhi ruangan, membuat mereka kehabisan oksigen. Sementara itu, karyawan di lantai 6 lebih banyak selamat karena bisa langsung menuju rooftop dan dievakuasi dari sana.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa penyebab utama kebakaran berasal dari baterai drone yang terbakar di lantai 1 — area yang juga berfungsi sebagai gudang. Meski sempat dipadamkan oleh karyawan, api ternyata sudah menyebar dan memicu ledakan kecil yang mempercepat penjalaran asap ke lantai atas.
Di tengah penyisiran lantai demi lantai, tim gabungan Damkar, PMI, dan kepolisian menemukan korban secara bertahap hingga jumlahnya mencapai 22 orang pada pukul 17.00 WIB. Selain korban jiwa, dua petugas damkar menderita luka ringan, dan Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Adriansyah terluka di tangan saat meninjau lokasi.
Tragedi ini menjadi salah satu insiden kebakaran kantor paling tragis di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menggarisbawahi betapa cepatnya api yang bersumber dari baterai lithium dapat menyebar dan memerangkap banyak nyawa.
