Pagar laut di Tangerang (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini sedang melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan pagar laut yang ditemukan di wilayah Tangerang. Sebagai bagian dari proses penyelidikan tersebut, KKP telah memanggil sejumlah nelayan yang diyakini memiliki informasi atau pengetahuan terkait dengan pelaku pembangunan pagar laut tersebut. Menurut Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto, para nelayan yang dipanggil sebelumnya telah dijadwalkan untuk hadir dalam pemeriksaan yang seharusnya berlangsung minggu lalu. Namun, mereka tidak dapat memenuhi jadwal tersebut karena alasan tertentu dan telah mengajukan permintaan untuk dijadwalkan ulang. Setelah mempertimbangkan hal ini, KKP akhirnya menentukan jadwal baru untuk pemanggilan para nelayan tersebut, yang akan dilakukan pada pekan ini.
Doni Ismanto juga menegaskan bahwa KKP, dalam hal ini, hanya menangani aspek administratif terkait dengan kasus pembangunan pagar laut tersebut. Jika dalam proses penyelidikan ditemukan adanya indikasi tindak pidana, maka masalah hukum tersebut akan diserahkan kepada pihak berwenang yang memiliki kewenangan untuk menangani perkara tersebut. Namun, Doni menambahkan bahwa sanksi yang mungkin dijatuhkan dalam kasus ini lebih cenderung kepada denda administratif daripada hukuman pidana, dengan tujuan untuk menindaklanjuti persoalan ini secara proporsional. Pihak KKP sendiri sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi siapa yang memiliki atau bertanggung jawab atas pembangunan pagar laut tersebut, karena hal ini sangat penting untuk memastikan siapa yang akan dimintai pertanggungjawaban, baik dari segi pembongkaran pagar yang sudah terpasang maupun pemulihan kawasan yang terdampak akibat adanya pembangunan pagar tersebut.
Sementara itu, proses pembongkaran pagar laut yang telah terpasang di wilayah Tangerang tetap dilanjutkan, sesuai dengan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pembongkaran ini dilakukan dengan tujuan untuk membuka kembali akses bagi masyarakat, khususnya para nelayan, agar mereka dapat melaksanakan aktivitas mencari ikan dengan lebih leluasa, tanpa adanya hambatan atau pembatasan yang ditimbulkan oleh pagar laut tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung keberlangsungan aktivitas nelayan dan memastikan bahwa mereka dapat bekerja dengan lebih bebas dan efisien demi kesejahteraan mereka.
