sumber foto : mommy_starla
Hingga kini, Inara Rusli masih memilih diam seribu bahasa terkait tudingan perselingkuhan dan perzinaan yang dilayangkan oleh Wardatina Mawa. Alih-alih tampil di publik atau memberikan klarifikasi cepat seperti biasanya, Inara justru memutuskan untuk “menghilang sejenak” dari gemerlap media sosial.
Pantauan dari akun Instagram pribadinya menunjukkan bahwa Inara sudah lima hari tidak mengunggah konten apa pun. Postingan terakhirnya justru berisi pesan bernuansa spiritual — kutipan dari Al-Qur’an surat Yunus ayat 41 dan Al-Baqarah ayat 45 — seolah menjadi isyarat bahwa ia lebih memilih ketenangan batin ketimbang keramaian opini publik.
“Tidak semua pertanyaan perlu dijawab dengan kata.
Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu… (QS. Yunus: 41)
Maka aku memilih sujud, bukan gaduh.”
Kalimat itu dilanjutkan dengan ayat tentang kesabaran dan salat sebagai penopang di tengah ujian, menunjukkan bahwa Inara sedang memusatkan dirinya pada proses menenangkan hati.
Instagram Story-nya pun kosong—tak ada aktivitas, tak ada kode, tak ada komentar. Padahal biasanya, sebagai influencer dan selebgram, Inara cukup rajin memperbarui kesehariannya.
Di TikTok, situasinya tak berbeda jauh. Unggahan terakhir Inara tercatat pada 15 November 2025—pertanda bahwa ia benar-benar mengambil jarak dari aktivitas digital.
Menurut penjelasan sang manajer, Karina Putri, Inara sedang membutuhkan ruang untuk menata pikiran dan emosinya. Karina menyebut bahwa masalah ini datang terlalu mendadak dan memberi guncangan besar, sehingga Inara memilih “break sementara” dari pertemuan dengan media maupun aktivitas kerja lainnya.
“Dia break dulu… butuh waktu banget untuk mencerna semua ini. Ini juga baru banget kejadiannya,” jelas Karina saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (23/11/2025).
Meski demikian, pihak manajemen tetap berharap Inara segera memberikan penjelasan resmi. Karina menyebut bahwa ada tanggung jawab pekerjaan dan beberapa proyek yang tak bisa menunggu terlalu lama.
“Dalam 2–3 hari ke depan mungkin ya. Karena kita nggak bisa menunda terus. Ada pekerjaan yang tetap harus jalan, dan dia juga harus bertanggung jawab.”
Dengan semua tanda-tanda ini, publik semakin dibuat penasaran: apakah keheningan Inara merupakan strategi, bentuk perlindungan diri, atau sinyal bahwa ia sedang menyiapkan pernyataan besar?
