a silver briefcase with money in it, in the style of petrina hicks, nyc explosion coverage, weathercore, alex colville, scanner photography, trompe-l'œil illusionistic detail, automatism --ar 29:27
Seorang perempuan berinisial SDP, warga Gunungkidul, DI Yogyakarta, terseret dalam pusaran kasus kredit fiktif jumbo yang merugikan Bank Jatim cabang Jakarta hingga mencapai angka fantastis — sekitar Rp 569 miliar. Ia diduga menjadi otak di balik serangkaian dokumen dan perusahaan fiktif yang dijadikan “kendaraan” untuk mencairkan kredit ilegal.
Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Alfian Listya Kurniawan, SDP tidak sekadar menjadi figuran. Ia terlibat aktif dalam proses pemalsuan dokumen dan penciptaan perusahaan abal-abal yang kemudian mengajukan kredit ke Bank Jatim cabang Jakarta, dan tragisnya—dikabulkan.
Penyelidikan intens membuahkan hasil signifikan. Dari penangkapan di wilayah Wonosari, tim kejaksaan menyita berbagai barang bukti: uang tunai Rp 1,07 miliar, perhiasan emas, logam mulia, dokumen penting, sepeda motor, dua unit mobil, serta sejumlah perangkat elektronik. Barang-barang tersebut diduga hasil dari kejahatan keuangan yang telah berjalan mulus selama beberapa waktu.
Menurut Kepala Seksi Intel Kejari Gunungkidul, Surya Hermawan, strategi penangkapan dirancang matang. Tim dibagi menjadi tiga formasi untuk melakukan pengintaian dan penyergapan. Meski kasus ini ditangani oleh Kejati DKI Jakarta, Kejari Gunungkidul turut andil besar dalam memastikan proses penangkapan berlangsung lancar dan aman.
Kini, SDP telah diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa praktik kredit fiktif bukan lagi perkara skala kecil, dan melibatkan pola kejahatan keuangan yang terstruktur serta canggih.
