illustrasi/freepik
Konsumsi kopi sudah menjadi kebiasaan harian bagi banyak orang, namun ketika memasuki masa kehamilan, asupan kafein perlu lebih diperhatikan. Meski tampak sepele, asupan kafein berlebih dapat berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. Sayangnya, meskipun sudah banyak edukasi mengenai larangan alkohol, rokok, dan makanan mentah saat hamil, isu kafein kerap luput dari perhatian.
Menurut laporan dari Stylist UK (3/8/2025), Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) telah mengeluarkan panduan mengenai batas konsumsi kafein untuk ibu hamil, yaitu tidak lebih dari 200 miligram per hari. Jumlah tersebut setara dengan sekitar:
-
2 cangkir kopi instan, atau
-
1 cangkir kopi saring (sekitar 140 mg), atau
-
3 cangkir teh.
Yang sering dilupakan, kafein juga tersembunyi dalam minuman ringan bersoda, minuman energi, dan berbagai makanan seperti cokelat. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memperhitungkan total kafein dari seluruh sumber konsumsi hariannya, bukan hanya dari kopi saja.
Menariknya, proses metabolisme kafein dalam tubuh ibu hamil berubah seiring bertambahnya usia kehamilan. Di trimester pertama, tubuh masih bisa memproses kafein dalam waktu sekitar lima jam. Namun, di trimester ketiga, waktu ini bisa melambat hingga 18 jam. Artinya, kafein bertahan lebih lama dalam tubuh dan berpotensi memengaruhi janin lebih besar jika dikonsumsi berlebihan.
Para ahli menyarankan, sebaiknya ibu hamil mulai mengurangi kafein sejak awal kehamilan, bahkan menghindarinya sepenuhnya bila memungkinkan. Alternatif seperti kopi tanpa kafein (decaf) atau minuman herbal bebas kafein bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Walaupun ada sebagian dokter yang masih mengizinkan satu cangkir kopi per hari, yang terpenting adalah bijak dan sadar akan batasan. Jika tubuh terasa lelah, istirahat sejenak atau tidur siang bisa jadi cara yang lebih sehat dan alami dibandingkan mengandalkan stimulan seperti kafein.
Dengan pemahaman yang tepat, ibu hamil dapat tetap menikmati masa kehamilannya dengan tenang, sembari menjaga kesehatan diri dan janin agar tumbuh kembangnya optimal.
