sumber foto : tangkapan layar/prabumulih.viral
Wali Kota Prabumulih, Arlan, akhirnya turun tangan langsung menanggapi isu yang sempat membuat heboh publik: kabar pemecatan Kepala SMPN 1 Roni Ardiansyah dan satpam sekolah Ageng. Isu tersebut mencuat setelah beredar cerita bahwa anak Arlan ditegur karena membawa mobil pribadi ke sekolah, yang kemudian dikaitkan dengan mutasi Roni dan pemberhentian Ageng.
Dalam klarifikasinya, Arlan dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah memecat maupun memutasi Roni karena sampai saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) atau dokumen resmi apapun terkait pemindahan tugas. Menurutnya, isu tersebut berkembang liar di media sosial dan perlu diluruskan.
Arlan juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Roni dan Ageng. Dengan nada rendah hati, ia mengakui bahwa sebagai manusia bisa saja berbuat salah, dan berharap semua pihak bisa menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga. Ia menekankan pentingnya mendidik anak-anak dengan baik serta menjaga situasi sekolah tetap kondusif.
Momen pertemuan itu berlangsung penuh haru. Arlan menanyakan langsung apakah Roni dan Ageng bersedia memaafkannya, dan keduanya mengiyakan. Bahkan, suasana semakin cair ketika mereka bertiga berpelukan di hadapan banyak orang.
Sebagai wujud penghargaan dan niat baik, Arlan menghadiahkan dua unit sepeda motor listrik kepada Roni dan Ageng. Hadiah tersebut ia sebut sebagai bentuk terima kasih atas dedikasi mereka, sekaligus motivasi untuk terus bekerja dengan baik di SMPN 1 Prabumulih.
Roni sendiri menyambut baik kedatangan sang wali kota. Ia mengaku ikhlas memaafkan dan justru merasa kunjungan tersebut menjadi energi positif untuk semakin semangat mengabdi di dunia pendidikan.
👉 Dari kisruh yang sempat viral, persoalan ini berakhir dengan klarifikasi, permintaan maaf tulus, pelukan damai, hingga hadiah motor listrik yang melambangkan rekonsiliasi.
