Penampakan minuman kopi yang diberi topping sate usus babi yang viral di China. Foto: scmp.com / Baidu
Buletinmedia.com – Sebuah kafe di kota Jiangyou, provinsi Sichuan, China, menjadi perbincangan hangat setelah merilis menu kopi yang tak biasa: disajikan dengan topping usus babi rebus dan tambahan cairan usus ke dalam latte. Minuman unik ini dijual seharga 32 yuan atau sekitar Rp72.000 per cangkir, dan langsung menarik perhatian banyak orang karena kombinasi yang tidak lazim.
Menurut laporan South China Morning Post (25/6/2025), kopi ini hadir dalam tiga tingkatan rasa: ringan, sedang, dan tinggi semakin tinggi tingkatannya, semakin kuat rasa usus babi yang terasa dalam minuman. Sang pemilik, Zhang Yuchi, mengatakan bahwa ia terinspirasi dari makanan lokal populer di Jiangyou, yaitu usus babi rebus merah. Ia menggabungkan elemen kuliner lokal dengan kopi untuk menciptakan pengalaman rasa baru sekaligus mempromosikan kota asalnya.
Untuk menciptakan rasa yang seimbang, Zhang tidak memasak sendiri usus babi tersebut. Ia membelinya dari restoran lokal ternama, lalu mencampurkan 6 gram cairan usus ke dalam secangkir latte. Ia menyebut bahwa jumlah itu diperoleh melalui berbagai uji coba agar rasa gurih khas usus babi tetap terasa tanpa mengalahkan rasa kopi. Menurutnya, perpaduan ini menghasilkan rasa unik yang gurih dan sedikit manis, mirip seperti keju.
Sejak kopi usus babi ini viral di awal Juni, penjualan kedai tersebut melonjak drastis hingga empat kali lipat. Bahkan, sekitar 80% pelanggan datang khusus untuk mencoba varian minuman unik ini. Salah satu pengunjung dari Chengdu mengaku penasaran setelah melihat kopi ini direkomendasikan di media sosial. “Saya penggemar kopi, dan ingin tahu seperti apa rasanya,” ujarnya. Pelanggan lain menambahkan bahwa meski banyak orang di China Utara tak terbiasa makan usus babi, rasa kopi ini tetap bisa diterima.
Namun, tak semua netizen setuju. Meski sebagian memuji ide ini sebagai inovasi kreatif dalam dunia kopi, beberapa lainnya merasa kombinasi kopi dan usus babi terlalu ekstrem dan tidak menggugah selera. Perdebatan pun muncul di media social antara mereka yang penasaran dan memuji keberanian rasa, serta yang merasa eksperimen ini terlalu aneh. Terlepas dari pro dan kontra, kreasi ini sukses mencuri perhatian dan menunjukkan bahwa inovasi kuliner memang tak punya batas.
