Candi borobudur (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan pemasangan eskalator di dalam Candi Borobudur. Video tersebut sempat beredar luas di media sosial, memicu spekulasi dan pertanyaan dari publik. Dody menegaskan bahwa Kementerian PU tidak melakukan perubahan apapun di dalam area candi. Menurutnya, Kementerian PU hanya bertugas melakukan penataan di kawasan sekitar Candi Borobudur untuk menyambut kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Perancis Emmanuel Macron.
Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa pengelolaan dan penataan objek utama Candi Borobudur sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Kementerian Kebudayaan dan pengelola resmi, yaitu PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) beserta anak usahanya. Ia pun mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah InJourney memasang eskalator di dalam candi untuk menyambut kunjungan Presiden Macron. Kementerian PU hanya fokus pada renovasi kawasan sekitar serta menyediakan fasilitas pendukung seperti mobil golf untuk memudahkan pergerakan kepala negara dan rombongan selama kunjungan.
Pemerintah sendiri telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 2,27 triliun pada tahun 2022 untuk pengembangan infrastruktur di kawasan Candi Borobudur. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai proyek seperti pembangunan sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman, serta perumahan guna meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas kawasan. Di sisi lain, InJourney membatasi jumlah pengunjung yang boleh naik ke atas Candi Borobudur menjadi maksimal 1.200 orang per hari demi menjaga kelestarian situs budaya tersebut.
Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono, juga menegaskan pentingnya pembatasan kunjungan untuk konservasi. Ia menyebut bahwa sejak sebelum pandemi, tingginya jumlah wisatawan sudah mulai berdampak pada kondisi fisik candi, seperti keausan batu dan kerusakan relief. Beban pengunjung yang berlebihan bisa menyebabkan penurunan kontur tanah dan merusak kelestarian situs bersejarah ini. Oleh karena itu, upaya konservasi dan pembatasan kunjungan menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan Candi Borobudur.
Selain itu, Edy menambahkan bahwa para pengunjung yang naik ke Candi Borobudur nantinya diwajibkan menggunakan alas kaki khusus untuk melindungi batu candi dari gesekan yang berlebihan. Wisatawan juga akan didampingi pemandu wisata bersertifikat yang telah mendapatkan kompetensi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta sertifikat hospitality dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Langkah ini bertujuan tidak hanya untuk menjaga situs, tetapi juga memberikan pengalaman wisata yang edukatif dan aman bagi pengunjung.
