Pelari pria meregangkan kaki dan telapak kaki dan bersiap untuk jogging dan berlari di taman umum di luar ruangan saat matahari terbenam, (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Perubahan gaya hidup sehat adalah perjalanan yang menuntut konsistensi dan kedisiplinan. Namun, tidak semua orang berhasil mencapai 100 persen perubahan yang diinginkan, bahkan tingkat keberhasilannya bisa bervariasi antara 60 hingga 70 persen, tergantung pada seberapa teraturnya mereka dalam menjalani gaya hidup baru.
Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI Jaya), dr. Ida Gunawan MS SpGK(K) FINEM, ada berbagai tingkatan yang membentuk dasar dari perubahan gaya hidup sehat, yaitu dimulai dari usaha pribadi, bantuan ahli, hingga tindakan medis yang lebih invasif.
“Perubahan gaya hidup itu bisa dilakukan sendiri, namun seringkali memerlukan bantuan dari seorang ahli, misalnya seorang dokter atau dietitian yang akan membuatkan rencana makan (meal plan) yang sesuai dengan kebutuhan individu,” ujar dr. Ida seperti yang dikutip ANTARA.
Langkah pertama dalam perubahan gaya hidup biasanya melibatkan upaya pribadi, di mana individu mencoba berbagai metode yang dirasa cocok, meskipun sering kali disertai dengan trial and error. Namun, penting untuk selalu memeriksa sumber informasi dari media sosial dan referensi lain agar didasarkan pada bukti ilmiah yang kredibel. Selain itu, melakukan pemeriksaan kesehatan awal, seperti skrining untuk mengetahui kondisi kesehatan dan potensi risiko penyakit kronis, menjadi langkah yang tak kalah penting.
Jika usaha pribadi dan bantuan ahli seperti dietitian belum memberikan hasil yang maksimal, maka pendekatan medis bisa menjadi pilihan berikutnya. Ini termasuk pemeriksaan laboratorium lengkap dan pemberian suplemen atau obat-obatan tertentu yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
“Tindakan medis harus dilakukan dengan pengawasan dokter, termasuk pemberian obat atau suplemen yang tepat berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Semua ini harus sesuai dengan kondisi kesehatan secara keseluruhan,” jelas dr. Ida.
Jika hasil yang diinginkan masih sulit tercapai meskipun sudah melalui perencanaan gaya hidup yang ketat, langkah invasif seperti operasi pengangkatan lemak, umumnya dilakukan pada pasien obesitas. Ini merupakan langkah terakhir setelah mempertimbangkan berbagai opsi sebelumnya.
Namun, dr. Ida juga mengingatkan pentingnya melakukan perubahan gaya hidup sehat sejak dini. Salah satunya adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin dan menghindari gaya hidup sedentari, yang dapat memperburuk kondisi kesehatan di kemudian hari.
“Diet sehat dan olahraga menjadi fondasi dasar kehidupan manusia. Dengan menjaga keseimbangan ini sejak usia muda, kita bisa mencegah berbagai masalah kesehatan di masa depan,” tutup dr. Ida.
Menciptakan gaya hidup sehat memang memerlukan waktu dan usaha yang tidak sedikit, namun dengan pendekatan yang tepat, perubahan positif yang berkelanjutan sangat mungkin tercapai.
