foto : Dok.Instagram/@jessicajane99
Setelah lebih dari satu dekade perjalanan cinta yang penuh lika-liku, Jessica Jane, adik dari YouTuber populer Jess No Limit, resmi dipersunting oleh sang kekasih hati Erwin Phang dalam sebuah prosesi pernikahan sakral yang disiarkan langsung ke publik pada Sabtu, 12 April 2025.
Momen suci itu berlangsung secara Katolik di Kapel Kolese Kanisius, Jakarta Pusat, dan dimulai pukul 10.00 WIB, dipimpin oleh Romo T.B. Gandhi Hartono, SJ. Dalam upacara yang khidmat dan penuh haru tersebut, Jessica dan Erwin saling mengucapkan janji pernikahan mereka dengan tulus sebelum menerima pemberkatan resmi dari sang Romo.
Namun, apa yang membuat kisah cinta mereka begitu menyentuh adalah perjalanan panjang yang mereka tempuh. Jessica dan Erwin pertama kali bertemu pada 19 Desember 2012, saat usia mereka masih belia dan dunia digital belum sepopuler sekarang. Hubungan mereka sempat terputus, dan masing-masing menjalani jalan hidup sendiri.
Jessica sempat menjalin hubungan dengan YouTuber kontroversial Ericko Lim, yang sempat menjadi sorotan publik. Namun, takdir berbicara lain. Setelah bertahun-tahun berpisah, pada Oktober 2024, Jessica dan Erwin kembali menemukan jalan untuk bersama, dan sejak saat itu, cinta mereka kembali tumbuh—lebih dewasa, lebih dalam, dan lebih kuat.
Yang paling romantis, Erwin melamar Jessica tepat pada tanggal mereka pertama kali bertemu, yaitu 19 Desember, seolah mengukir ulang bab pertama hubungan mereka dalam versi baru yang lebih matang. Dalam unggahan Instagram yang menyentuh hati, Jessica menulis:
“19 Desember 2012 kita mulai cerita. Sempat terpisah, tapi 12 tahun kemudian, di tanggal yang sama, kamu melamarku, dan kita memilih untuk terus bersama selamanya. Dari cinta pertama, dan jadi cinta terakhir.”
Kini, pasangan yang telah melalui banyak fase kehidupan ini siap menapaki bab baru sebagai suami istri. Dalam janji pernikahan yang ia ucapkan di hadapan keluarga dan jemaat, Jessica menyampaikan dengan suara penuh keyakinan dan kasih:
“Saya Jessica Jane memilih engkau Erwin untuk menjadi suami saya. Saya berjanji akan setia kepadamu dalam suka dan duka, di waktu sehat maupun sakit. Saya mau mengasihi dan menghormati engkau sepanjang hidup saya. Saya berjanji akan menjadi ibu yang baik bagi anak-anak yang akan dikaruniakan Allah kepada kita. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini.”
Pernikahan ini tidak hanya menandai lembaran baru dalam hidup mereka, tapi juga menjadi inspirasi bahwa cinta sejati bisa bertahan, meskipun harus melewati waktu, jarak, bahkan perpisahan.
