Kediaman anggota DPR RI sekaligus publik figur, Eko Patrio, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, menjadi sasaran kemarahan massa pada Sabtu (30/8). Insiden itu dipicu oleh gejolak protes nasional terhadap isu kenaikan gaji dan tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta per bulan bagi para legislator. Kebijakan tersebut memicu gelombang kritik karena dianggap tidak berpihak pada rakyat di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit.
Gelombang unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai di berbagai kota Indonesia berubah ricuh setelah tuntutan massa tak kunjung mendapat respons dari parlemen. Suasana semakin memanas ketika seorang demonstran bernama Affan Kurniawan tewas tragis akibat terlindas mobil taktis Brimob. Peristiwa ini menyulut emosi publik, hingga aksi protes menjelma menjadi amukan massa. Rumah-rumah para anggota DPR pun menjadi target, termasuk kediaman mewah Eko Patrio.
Rekaman video yang menyebar luas di media sosial memperlihatkan rumah Eko digeruduk, dirusak, bahkan dijarah. Pintu, jendela, dan berbagai fasilitas rumah tampak hancur, sementara sejumlah barang berharga dilaporkan ikut raib. Namun, hingga tiga hari pasca-kerusuhan, Eko Patrio sama sekali belum terlihat pulang ke rumahnya. Tidak pula ada tanda-tanda upaya perbaikan atas kerusakan yang terjadi.
Ayip, petugas keamanan kompleks tempat Eko tinggal, mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima informasi apapun dari sang politisi.
“Belum ada laporan kalau beliau pulang. Keadaannya masih seperti pasca-kerusuhan,” ujar Ayip saat ditemui, Senin (1/9).
Ia menambahkan, ketika kejadian berlangsung, Eko Patrio dan keluarganya diketahui tidak berada di rumah. Bahkan, menurut Ayip, sebelum massa mendatangi rumah tersebut, tidak ada tanda-tanda mencurigakan.
“Sebelum kejadian itu, kondisi aman-aman saja. Dari pihak Pak Eko juga tidak ada koordinasi khusus dengan kami,” jelasnya.
Kini, pihak keamanan kompleks memperketat penjagaan atas permintaan warga sekitar yang khawatir kejadian serupa terulang.
“Karena ada kejadian seperti ini, tentu kami amankan. Permintaan warga juga, jadi penjagaan diperketat,” tegas Ayip.
Eko Patrio sendiri menjadi sasaran kemarahan publik bukan hanya karena posisinya sebagai anggota DPR, tetapi juga karena sikapnya yang dianggap kurang menunjukkan empati. Video dirinya bersama sejumlah legislator lain yang tampak berjoget riang di tengah polemik kebijakan semakin memperkeruh suasana. Alih-alih meredakan ketegangan, klarifikasi yang ia lontarkan justru dinilai sebagian masyarakat semakin memanaskan situasi.
