Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menghadiri peringatan Harlah NU ke-102 (sumber: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Buletinmedia.com – Presiden RI Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan menghadiri Kongres ke-18 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya pada Senin (10/2). Acara pembukaan akan berlangsung di Gedung Jatim Expo Surabaya pukul 14.00 WIB dan akan berlanjut hingga Sabtu (15/2), dengan kehadiran ribuan peserta.
Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, pada Minggu (9/2) malam mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo dan Wapres Gibran dipastikan hadir. Selain itu, sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih juga akan menyampaikan materi kepada anggota Muslimat selama kongres berlangsung.
Beberapa tokoh penting yang dijadwalkan hadir antara lain Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Para menteri yang akan berpartisipasi sebagai narasumber mencakup Menteri Agama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Kesehatan, Menteri Koperasi, Menteri Sosial, Menteri Desa, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Khofifah menambahkan bahwa Muslimat NU selama ini menjalin kemitraan erat dengan berbagai kementerian tersebut. Oleh karena itu, kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan wawasan dan manfaat bagi peserta kongres.
Ia juga meminta maaf kepada masyarakat, terutama pengguna jalan di sekitar Frontage Road sisi Timur Jalan Ahmad Yani, karena kehadiran ribuan peserta diprediksi menyebabkan kepadatan lalu lintas, terutama pada Senin (10/2) dan Rabu (12/2).
Sementara itu, rapat pleno akan diselenggarakan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, yang juga menjadi lokasi berbagai kegiatan seperti expo, kompetisi banjari dan selawat, serta pemaparan materi oleh para menteri.
Diperkirakan lebih dari 7.000 peserta akan menghadiri kongres ini, dengan jumlah yang bisa meningkat hingga 15.000 orang pada 12 Februari. Peserta berasal dari berbagai cabang Muslimat NU di Indonesia dan luar negeri, termasuk Hong Kong, Arab Saudi, dan Inggris.
