ilustrasi oliebollen (commons.wikimedia.org/Donald Trung Quoc Do)
Buletinmedia.com – Donat buatan Pinkan Mambo belakangan ramai dibicarakan warganet karena tampilannya yang berbeda dari donat biasa, serta harganya yang mencapai Rp200 ribu per kotak. Selain harganya yang tinggi, cara pembuatannya yang unik langsung menuang adonan ke dalam minyak membuat banyak orang penasaran. Fenomena ini memicu perbandingan dengan kue tradisional asal Belanda, oliebollen, yang sekilas memiliki bentuk serupa.
Meski tampak mirip sebagai kudapan goreng berbasis adonan tepung, donat dan oliebollen berasal dari latar budaya yang berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri. Donat umumnya berbentuk bulat dengan lubang di tengah, sedangkan oliebollen berbentuk bulat penuh seperti bola, tanpa lubang. Bentuk ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga berdampak pada proses penggorengan. Lubang pada donat memungkinkan panas menyebar merata, sementara oliebollen yang lebih padat perlu digoreng lebih lama agar matang sampai ke bagian dalam.
Dari bahan dasar, kedua kudapan ini juga punya perbedaan mencolok. Donat biasanya terbuat dari tepung terigu protein tinggi, ragi, gula, mentega, dan telur, menghasilkan tekstur lembut dan berongga. Oliebollen, sebaliknya, menggunakan adonan yang lebih cair dan kerap diisi dengan kismis, apel, atau buah cincang lainnya. Isian tersebut membuat oliebollen terasa lebih berat, lembap, dan padat dibanding donat yang cenderung airy. Hasil akhirnya pun berbeda donat kering dan ringan, sementara oliebollen cenderung berminyak dan padat.
Dalam hal penyajian, donat tampil lebih fleksibel dan mengikuti tren. Ia dihias dengan aneka topping seperti gula bubuk, glaze, cokelat, hingga warna-warni yang menarik perhatian konsumen muda, khususnya di media sosial. Donat pun lebih mudah ditemui kapan saja sebagai camilan umum. Oliebollen lebih bersifat musiman, biasanya hanya muncul di Belanda menjelang Tahun Baru. Penampilannya pun tetap sederhana: bola goreng ditaburi gula halus, tanpa banyak modifikasi.
Perbedaan antara oliebollen dan donat mencerminkan lebih dari sekadar soal bentuk atau rasa. Ia juga menggambarkan sejarah, budaya, dan cara masyarakat menikmatinya. Donat berkembang mengikuti pasar dan tren modern, sementara oliebollen tetap lekat dengan tradisi dan momen tertentu. Keduanya punya nilai yang berbeda, dan memahami keunikan masing-masing membuat kita bisa lebih menghargai ragam kuliner dunia tak hanya mengikuti viralitas semata.
