Pantauan udara kondisi banjir di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3). (Sumber foto : Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Buletinmedia.com – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menegaskan bahwa banjir yang melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang (Jabodetabek) bukan disebabkan oleh tanggul yang jebol. Menurutnya, faktor utama penyebab banjir adalah curah hujan yang sangat tinggi, yang mengakibatkan sungai meluap.
Diana memastikan bahwa tidak ada kerusakan infrastruktur yang memicu banjir. Ia menyatakan bahwa curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama genangan di berbagai wilayah.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, pemerintah berencana melakukan pengerukan sedimentasi di sungai-sungai agar kapasitas tampungan air meningkat. Namun, saat ini fokus utama adalah mengevakuasi warga terdampak. Selain itu, pemerintah juga akan menata ulang permukiman di daerah hulu, khususnya di kawasan Puncak, Bogor. Upaya relokasi rumah di bantaran sungai menjadi salah satu solusi yang tengah dibahas dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan kesiapan kementeriannya dalam membantu korban banjir sesuai dengan rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jika diperlukan relokasi dalam jumlah besar, Kementerian PKP siap berkoordinasi dengan BNPB dan pemerintah daerah untuk menyediakan hunian bagi warga terdampak. Dalam situasi darurat, kementeriannya selalu siap berkolaborasi untuk memastikan kebutuhan para korban terpenuhi, sebagaimana yang pernah dilakukan dalam bencana sebelumnya, seperti erupsi Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur.
Ara juga menyampaikan bahwa jika jumlah korban yang harus direlokasi masih dapat ditangani langsung oleh BNPB, maka Kementerian PKP tidak perlu dilibatkan. Namun, apabila diperlukan upaya penanganan lebih besar, maka koordinasi akan dilakukan antara pemerintah pusat, daerah, serta kementerian terkait guna mencari solusi terbaik bagi para korban banjir.
