Desainer fesyen Monica Ivena (kiri) san General Manager Frank & co. Rolly Soesanto (kanan) dalam Exclusive Launch of Frank & co. X Monica Ivena: Love Poetry Luxury Collection, di Fairmont Hotel Jakarta Pusat (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Dalam dunia kreatif, setiap individu pasti pernah merasakan yang namanya creative block, kondisi di mana inspirasi dan ide-ide segar terasa menghilang begitu saja. Bagi para desainer dan seniman, momen ini sering kali menghambat proses kreatif mereka. Monica Ivena, desainer fesyen ternama, tidak luput dari pengalaman ini. Bahkan, ia mengakui bahwa beberapa kali dirinya mengalami kesulitan dalam menemukan ide untuk koleksi busana yang sedang ia kerjakan.
Namun, Monica tidak membiarkan creative block menghentikan langkahnya. Ia punya cara tersendiri untuk mengatasi situasi tersebut. Dalam Press Conference: Exclusive Launch of Frank & Co. X Monica Ivena: Love Poetry Luxury Collection yang diadakan di Fairmont Hotel Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2025), Monica membagikan kiat-kiat yang ia lakukan saat ide kreatifnya sedang buntu.
“Orang yang detail memang kebanyakan akan agak kesulitan dalam seeing the big picture. Kalau sedang mengalami creative block, pertama yang saya lakukan itu pasti doa,” ungkap Monica. Bagi Monica, berdoa bukan hanya sebuah langkah spiritual, tetapi juga cara untuk menenangkan pikiran dan hati. “Ketika ide dan kreativitas terasa terhambat, itu bisa jadi tanda kalau saya butuh ketenangan,” lanjutnya.
Selain doa, Monica juga percaya bahwa terlalu fokus pada pekerjaan bisa menyebabkan kelelahan mental. “Terkadang menjadi kreatif itu bisa membuat kita kelelahan. Terlalu fokus akan ada saat-saat di mana kita merasa buntu, itu sebenarnya tanda kalau otak kita sudah kelelahan,” ungkapnya. Untuk mengatasi kelelahan tersebut, Monica memilih untuk mengambil waktu sejenak untuk beristirahat dari rutinitas kerja yang menuntut.
“Aku biasanya mengatasinya dengan traveling, cari udara segar,” kata Monica. Mengambil jeda dari pekerjaan dan pergi berjalan-jalan menjadi cara Monica untuk meremajakan pikirannya dan memberi ruang bagi kreativitas untuk kembali mengalir. “Kalau dipaksakan untuk terus bekerja dan menghasilkan ide-ide, enggak akan maksimal. Kadang kita perlu ketenangan untuk membuat ide itu datang dengan sendirinya.”
Monica menyebutkan bahwa dengan memberikan waktu untuk diri sendiri dan berfokus pada hal-hal yang menyenangkan, seperti traveling atau beristirahat, ia bisa mereset kembali pikirannya. Ide-idenya yang sempat terhenti akhirnya bisa mengalir lebih lancar dan segar.
Kisah Monica Ivena ini tentu menginspirasi banyak orang, terutama para kreator di berbagai bidang, untuk tidak takut menghadapi momen stagnasi dalam proses kreatif mereka. Mengakui bahwa kita butuh waktu untuk berhenti sejenak, memberi ruang bagi diri untuk tenang, dan tidak memaksakan diri adalah kunci untuk bisa kembali menemukan semangat dan ide segar.
Dengan cara-cara sederhana namun penuh makna ini, Monica Ivena menunjukkan bahwa dalam dunia kreatif, ketenangan dan keseimbangan adalah fondasi penting agar kreativitas bisa tumbuh dengan baik.
