Sapi kurban di peternakan mandiri Desa Matangaji laris, dengan kondisi terjamin sehat dan rutin diperiksa (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Menjelang Hari Raya Iduladha, aktivitas di peternakan sapi di Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai meningkat. Para peternak sibuk mempersiapkan hewan kurban yang akan dijual kepada masyarakat. Tidak hanya memastikan ketersediaan stok, para peternak juga menaruh perhatian besar pada kondisi kesehatan hewan ternak agar tetap prima dan layak untuk dikurbankan.
Sejak satu bulan menjelang Iduladha, permintaan sapi kurban di wilayah ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada menipisnya stok sapi di sejumlah peternakan. Salah satu peternakan sapi mandiri di Desa Matangaji bahkan mengaku hampir kehabisan stok karena tingginya minat pembeli.
Peternak setempat memastikan bahwa seluruh sapi yang dijual telah melalui proses perawatan dan pengawasan yang ketat. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas hewan ternak sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan membeli sapi kurban.
Peternak sapi di Desa Matangaji, Jono, mengungkapkan bahwa kesehatan hewan menjadi prioritas utama dalam usahanya. Ia memastikan setiap sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit.
“Saya memastikan seluruh sapi yang akan dijual dalam kondisi sehat karena didukung dengan pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh Dinas Pertanian untuk menjaga kualitas dan kesehatan hewan ternak. Yang sudah terjual ada tujuh, sisanya tinggal dua. Memang setiap tahun kami menyediakan hewan kurban dan sudah punya pasar sendiri yang rutin,” ujar Jono.
Menurutnya, meningkatnya permintaan sapi kurban menjadi tren tahunan menjelang Iduladha. Namun tahun ini, peningkatan dirasakan lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Banyak pembeli yang sudah melakukan pemesanan jauh hari untuk memastikan mendapatkan sapi sesuai dengan keinginan mereka.
Dari segi harga, sapi kurban di Desa Matangaji dibanderol dengan kisaran 25 hingga 30 juta rupiah per ekor. Harga tersebut bergantung pada ukuran, bobot, serta jenis sapi yang dipilih. Meski harga tergolong tinggi, minat masyarakat tetap tinggi, menunjukkan adanya peningkatan daya beli menjelang hari raya kurban.
Jenis sapi yang paling diminati di antaranya adalah limosin dan simental. Kedua jenis sapi ini dikenal memiliki ukuran tubuh besar dan daging yang berkualitas, sehingga menjadi pilihan favorit masyarakat untuk berkurban. Selain itu, tampilan fisik yang sehat dan bobot yang ideal juga menjadi pertimbangan utama bagi pembeli.
Untuk menjaga kualitas sapi, para peternak memberikan pakan yang cukup dan bergizi. Pakan yang digunakan terdiri dari campuran konsentrat, jerami, bekatul, ampas, serta rumput gajah. Kombinasi pakan tersebut dinilai mampu menunjang pertumbuhan, meningkatkan berat badan, serta menjaga stamina sapi agar tetap dalam kondisi optimal.
Perawatan hewan ternak tidak hanya sebatas pemberian pakan. Kebersihan kandang juga menjadi perhatian utama. Kandang dibersihkan secara rutin untuk mencegah munculnya penyakit yang dapat menyerang sapi. Selain itu, peternak juga memastikan sirkulasi udara di dalam kandang tetap baik agar sapi merasa nyaman.
Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon turut berperan aktif dalam memastikan kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan secara berkala, mulai dari pengecekan fisik hingga pemantauan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Dengan adanya pengawasan ini, masyarakat diharapkan tidak ragu dalam membeli hewan kurban.
Kepala peternakan setempat menyebutkan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjamin bahwa hewan kurban yang beredar di masyarakat memenuhi standar kesehatan. Hal ini penting untuk menghindari risiko penyebaran penyakit serta memastikan daging yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.
Selama tujuh tahun merintis usaha peternakan, Jono mengaku telah memiliki pelanggan tetap. Setiap tahun, banyak pembeli yang kembali datang untuk memesan sapi kurban. Kepercayaan ini dibangun dari konsistensi dalam menjaga kualitas hewan ternak.
Meski sebagian besar pembeli berasal dari wilayah sekitar, tidak sedikit juga yang datang dari luar daerah. Mereka tertarik dengan kualitas sapi yang ditawarkan serta pelayanan yang diberikan oleh peternak. Hal ini menunjukkan bahwa usaha peternakan di Desa Matangaji memiliki potensi yang cukup besar untuk terus berkembang.
Lonjakan permintaan sapi kurban tidak hanya memberikan keuntungan bagi peternak, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian lokal. Aktivitas jual beli meningkat, dan berbagai sektor pendukung seperti penyedia pakan serta tenaga kerja juga ikut merasakan manfaatnya.
Namun demikian, para peternak tetap menghadapi sejumlah tantangan, seperti fluktuasi harga pakan dan biaya perawatan yang terus meningkat. Meski begitu, mereka berusaha mempertahankan kualitas agar tetap dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar.
Menjelang puncak Iduladha, para peternak berharap kondisi pasar tetap stabil dan permintaan terus meningkat. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban dari peternak terpercaya agar kualitas dan kesehatannya terjamin.
Dengan persiapan yang matang serta dukungan dari berbagai pihak, peternakan sapi di Desa Matangaji optimistis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan hewan kurban. Selain itu, komitmen dalam menjaga kualitas dan kesehatan hewan menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan konsumen.
Fenomena meningkatnya permintaan sapi kurban ini menjadi gambaran bahwa tradisi berkurban masih tetap kuat di tengah masyarakat. Di sisi lain, hal ini juga menjadi peluang bagi para peternak untuk terus mengembangkan usaha mereka ke arah yang lebih baik.
Seiring mendekatnya Hari Raya Iduladha, aktivitas di peternakan dipastikan akan semakin padat. Para peternak terus berupaya memberikan yang terbaik, mulai dari pemilihan hewan hingga perawatan, demi memastikan setiap sapi yang dijual benar-benar layak untuk dijadikan hewan kurban.
Dengan kondisi sapi yang sehat, stok yang hampir habis, serta tingginya minat pembeli, peternakan sapi di Desa Matangaji menjadi salah satu contoh sukses usaha peternakan lokal yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
