Seekor lumba-lumba ditemukan mati mengambang di pagar laut yang berada di perairan Kampung Paljaya, Desa Segara Jaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Seekor lumba-lumba yang malang ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa setelah tersangkut di pagar laut yang terletak di wilayah pesisir Bekasi, Jawa Barat. Mamalia laut yang dikenal akan kecerdasannya ini diduga kehilangan nyawanya setelah terjebak dalam jaring ikan yang dipasang oleh nelayan dan terbawa oleh arus laut yang cukup kuat, hingga akhirnya mencapai pesisir di daerah Tarumajaya.
Lumba-lumba tersebut pertama kali ditemukan oleh sekelompok nelayan yang sedang melaut, yang melihat tubuhnya mengapung dalam posisi tak bergerak di sekitar area pagar laut yang biasanya digunakan untuk menjaga perairan agar tidak dimasuki oleh sampah atau benda besar lainnya. Setelah diperiksa, diketahui bahwa tubuh lumba-lumba ini memiliki panjang lebih dari satu meter, menunjukkan bahwa mamalia ini bukanlah spesimen yang kecil. Dari beberapa tanda yang ada, diperkirakan bahwa lumba-lumba tersebut sudah tewas beberapa waktu sebelum ditemukan, dan kemungkinan besar kematiannya terjadi di tengah laut, tepatnya setelah terjerat dalam jaring ikan yang menghalangi pergerakan bebasnya.
Arus laut yang sangat kuat yang ada di wilayah laut utara Jawa, diduga telah menyeret tubuh lumba-lumba itu ke arah pesisir, menyebabkan bangkai mamalia ini akhirnya tersangkut di pagar laut yang berada tidak jauh dari garis pantai. Hal ini menunjukkan betapa besar kekuatan arus laut yang dapat memindahkan objek seberat dan sebesar itu, meskipun seharusnya lumba-lumba hidup di perairan yang lebih dalam.
Menurut informasi yang diberikan oleh para nelayan yang biasa bekerja di perairan tersebut, mereka menjelaskan bahwa lumba-lumba biasanya lebih banyak ditemukan di perairan laut yang lebih jauh dari pantai, sekitar lima kilometer dari lokasi pagar laut tempat ditemukannya bangkai lumba-lumba tersebut. Oleh karena itu, penemuan ini menjadi sebuah kejadian yang cukup langka dan mengundang perhatian, karena lokasi penemuan tersebut tergolong jauh dari wilayah yang biasa dihuni oleh mamalia laut tersebut. Para nelayan juga menambahkan bahwa mereka jarang sekali melihat lumba-lumba dekat dengan perairan pesisir, karena biasanya mereka lebih suka berada di perairan yang lebih dalam dan jauh dari keramaian manusia.
