Bus Rombongan Santri Terjun Ke Jurang (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Pada Rabu sore, 22 Januari 2025, sebuah kecelakaan yang sangat mengerikan terjadi di Tanjakan Siroto, yang terletak di Desa Randusari, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah bus yang mengangkut 37 santri yang tengah dalam perjalanan menuju tujuan tertentu. Secara tiba-tiba, bus yang dikemudikan oleh seorang sopir bernama Ngafifi, yang berasal dari Ngluwar, Kabupaten Magelang, kehilangan kendali saat melewati tanjakan yang cukup terjal dan berbahaya di daerah tersebut. Ketika sopir bus berusaha mengendalikan kendaraan, bus yang memiliki nomor polisi AD 1473 CC itu justru meluncur tak terkendali dan akhirnya jatuh ke jurang yang memiliki kedalaman sekitar 15 meter. Bus tersebut kemudian terguling dan terhempas ke aliran sungai yang berada di bawah jurang, menambah parah keadaan.
Akibat dari kecelakaan ini, sejumlah santri yang berada di dalam bus mengalami luka-luka, baik luka ringan maupun luka berat, yang memerlukan penanganan medis segera. Sebagian besar dari mereka dilarikan dengan ambulans menuju rumah sakit terdekat yang berada di Kabupaten Magelang untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Kejadian tersebut menimbulkan kehebohan dan kepanikan di kalangan warga sekitar, yang segera memberikan bantuan dengan melakukan evakuasi terhadap para korban yang terluka. Proses evakuasi berlangsung dengan sangat dramatis dan penuh perjuangan, di mana warga setempat tanpa ragu langsung turun tangan untuk membantu mengangkat para santri yang terjebak di dalam bus yang terguling dan berada di posisi yang sulit dijangkau. Meskipun dalam kondisi darurat, warga berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan para korban dan membawa mereka ke tempat yang aman.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Iptu Erick Agista, yang menjabat sebagai Kanit Gakkum Satlantas Polres Wonosobo, kecelakaan tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan sopir bus dalam mengendalikan kendaraannya saat melewati tanjakan yang cukup curam. Iptu Erick Agista juga menjelaskan bahwa saat bus tersebut melaju menuruni tanjakan, tiba-tiba bus kehilangan daya cengkeram rem, sehingga kendaraan tidak dapat dihentikan. Sopir yang panik mencoba mengendalikan bus tersebut, namun karena kondisi jalan yang licin dan tanjakan yang sangat tajam, bus tersebut akhirnya meluncur ke bawah dan jatuh ke jurang. Kejadian ini menjadi bukti betapa pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian saat melintasi jalan-jalan yang memiliki medan yang berat dan berbahaya, terutama di daerah pegunungan seperti yang terjadi di Kabupaten Wonosobo ini.
Pihak kepolisian setempat bersama dengan tim SAR serta warga sekitar terus bekerja keras untuk melakukan penyelamatan dan memastikan bahwa korban kecelakaan dapat segera tertangani dengan baik. Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini dan apakah ada faktor lain yang turut berkontribusi pada insiden tersebut.
