Tank melaju di tengah debu di kamp pengungsi al-shati, Gaza (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Lebih dari setengah juta pengungsi Palestina mulai kembali ke Gaza bagian utara dalam waktu 72 jam terakhir, pasca-gencatan senjata yang tercapai antara Israel dan Hamas pada Senin (27/1). Menurut laporan kantor media yang dikelola Hamas, lebih dari 500.000 warga Palestina yang sebelumnya mengungsi di bagian selatan dan tengah Gaza kini telah pulang melalui jalan Al-Rashid dan Salah Al-Din.
Dilansir dari laman Antara, Keputusan Israel untuk mengizinkan para pengungsi kembali ke wilayah Gaza utara mengikuti kesepakatan gencatan senjata yang menangguhkan pertempuran berdarah selama 15 bulan. Gencatan senjata ini telah memberikan kesempatan bagi ribuan keluarga yang terpisah untuk kembali ke rumah mereka di wilayah yang terdampak paling parah oleh konflik ini.
Namun, meski ada harapan dengan kembalinya pengungsi, situasi di Gaza tetap suram. Angka korban tewas terus meningkat, dengan otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, 63 jenazah diterima rumah sakit, 59 di antaranya ditemukan dari reruntuhan bangunan. Dengan tambahan ini, jumlah total korban tewas sejak 7 Oktober 2023 mencapai 47.417 orang, sementara lebih dari 111.000 orang terluka.
Pada saat yang sama, sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, mengumumkan rencananya untuk membebaskan tiga tahanan Israel pada Kamis (30/1). Sebagai imbalannya, Israel dikabarkan akan membebaskan 110 tahanan Palestina, menandakan adanya sedikit peluang untuk penyelesaian lebih lanjut meskipun ketegangan masih berlangsung.
Gencatan senjata ini memberikan secercah harapan bagi rakyat Gaza yang telah menderita selama bertahun-tahun, namun kondisi yang masih penuh dengan tantangan ini menunjukkan bahwa perdamaian yang langgeng masih sulit dicapai di wilayah yang dilanda konflik ini.
