Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan ke Kabupaten Majalengka (Foto : Darfan)
MAJALENGKA, Buletinmedia.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Senin siang. Kunjungan Kapolri di Majalengka ini menjadi perhatian publik karena selain menghadiri agenda keagamaan, Kapolri juga menyampaikan pernyataan tegas terkait penegakan hukum terhadap anggota Polri yang terlibat kasus pidana.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri menghadiri acara di Pondok Pesantren Santi Asromo, sekaligus memberikan arahan kepada para santri dan jajaran kepolisian yang hadir. Isu yang disoroti meliputi bahaya narkoba, maraknya judi daring atau judi online, serta komitmen Polri dalam menindak tegas anggotanya yang terbukti melanggar hukum.
Kapolri Tegaskan Hukuman Berat untuk Anggota Terlibat Kasus
Kunjungan Kapolri di Majalengka semakin menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai oknum anggota Brimob yang diduga terlibat kasus penganiayaan terhadap seorang siswa MTs hingga meninggal dunia. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi anggota Polri yang melakukan pelanggaran hukum.
Menurut Kapolri, siapa pun anggota yang terbukti bersalah harus diproses sesuai aturan yang berlaku dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Ia menekankan bahwa institusi Polri berkomitmen menjaga profesionalisme dan integritas di tengah sorotan masyarakat.
“Kami mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan justru sebaliknya. Jika ada anggota yang terlibat kasus, proses harus berjalan transparan dan diberikan hukuman seberat-beratnya,” tegas Kapolri.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk komitmen tegas Kapolri dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Penegakan hukum yang transparan dinilai penting agar masyarakat tetap memiliki rasa percaya terhadap Polri.
Soroti Bahaya Narkoba dan Judi Online di Kalangan Generasi Muda
Selain menyoroti kasus anggota Brimob, Kapolri juga memberikan perhatian serius terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba dan praktik judi online di kalangan generasi muda. Dalam sambutannya di hadapan ribuan santri dan tokoh agama, Kapolri mengingatkan pentingnya menjaga moralitas serta menjauhi pergaulan yang berpotensi merusak masa depan.
Menurutnya, narkoba dan judi daring merupakan ancaman nyata yang dapat menghancurkan generasi bangsa jika tidak diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, Kapolri mengajak para santri untuk menjadi agen perubahan dengan menolak segala bentuk aktivitas ilegal tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan upaya pemberantasan narkoba dan penindakan terhadap jaringan judi online yang semakin berkembang melalui platform digital. Upaya ini membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pesantren.
Hadiri Milad PUI ke-108 di Pondok Pesantren Santi Asromo
Kehadiran Kapolri di Majalengka juga dalam rangka menghadiri puncak resepsi Milad PUI ke-108 yang digelar di Pondok Pesantren Santi Asromo. Acara tersebut dirangkaikan dengan doa bersama untuk bangsa serta dihadiri ribuan santri dan tokoh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi Kapolda Jawa Barat dan Bupati Majalengka. Momentum ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dengan tokoh agama dan masyarakat pesantren.
Ribuan santri tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara. Mereka mendengarkan dengan saksama arahan Kapolri terkait pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, serta menjauhi tindakan yang melanggar hukum.
Kapolri menyampaikan apresiasi terhadap peran pesantren dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berintegritas. Menurutnya, pesantren memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas sosial dan moral bangsa.
Tekankan Profesionalisme dan Transparansi Penegakan Hukum
Dalam kesempatan itu, Kapolri kembali menegaskan pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam setiap penanganan perkara di lingkungan Polri. Ia meminta agar proses hukum terhadap oknum anggota Brimob yang diduga terlibat penganiayaan dilakukan secara terbuka.
Kapolri menekankan bahwa keluarga korban harus mendapatkan keadilan, dan proses hukum tidak boleh ditutup-tutupi. Transparansi menjadi kunci utama dalam menjaga kredibilitas institusi.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran kepolisian agar menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki kinerja serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, tugas utama Polri adalah melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, bukan sebaliknya.
Penegasan tersebut sekaligus menjadi pesan internal bagi seluruh anggota Polri agar selalu menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Kapolri menyatakan bahwa institusi kepolisian tidak akan mentolerir pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.
Jaga Kepercayaan Publik terhadap Polri
Kunjungan Kapolri di Majalengka membawa pesan kuat mengenai komitmen Polri dalam menjaga kepercayaan publik. Dalam situasi di mana masyarakat semakin kritis terhadap penegakan hukum, transparansi dan ketegasan menjadi faktor penting dalam mempertahankan legitimasi institusi.
Kapolri menilai bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota harus ditindak secara profesional dan akuntabel.
Melalui kunjungan kerja ini, Kapolri berharap sinergi antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dukungan dari berbagai pihak dinilai sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah Majalengka dan Jawa Barat secara umum.
Kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Majalengka bukan hanya sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menegaskan komitmen penegakan hukum, pemberantasan narkoba dan judi online, serta pembenahan internal Polri. Pesan tegas tentang hukuman berat bagi anggota yang terlibat kasus menjadi bukti bahwa institusi kepolisian berupaya menjaga integritas dan profesionalisme di tengah sorotan publik.
