Kapal Layar Legendaris KRI Dewaruci Bersandar di Pelabuhan Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Kapal layar legendaris KRI Dewaruci bersandar di Dermaga Pelita III, Pelabuhan Cirebon, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung kapal bersejarah milik TNI Angkatan Laut tersebut.
Selama berada di Kota Cirebon, masyarakat dan pelajar dapat mengunjungi serta menaiki kapal secara gratis hingga 18 Oktober 2026.
Kehadiran KRI Dewaruci menjadi kesempatan menarik bagi warga Cirebon dan sekitarnya yang ingin mengenal lebih dekat salah satu kapal layar legendaris Indonesia.
Kapal yang telah berlayar mengelilingi dunia sebanyak dua kali ini memiliki perjalanan panjang dalam sejarah pelayaran dan pendidikan maritim TNI Angkatan Laut.
Tidak hanya menjadi daya tarik bagi penggemar kapal dan dunia kemaritiman, kunjungan KRI Dewaruci juga memberikan kesempatan bagi pelajar untuk mempelajari sejarah kapal, mengenal kehidupan di atas kapal, serta memahami peran TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Masyarakat yang ingin berkunjung dapat mendatangi Dermaga Pelita III, Pelabuhan Cirebon, selama periode kunjungan berlangsung.
Program ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat langsung bagian-bagian kapal yang selama ini mungkin hanya diketahui melalui foto, dokumentasi, atau pemberitaan.
KRI Dewaruci Hadir di Pelabuhan Cirebon Hingga 18 Oktober 2026
KRI Dewaruci merupakan salah satu kapal layar bersejarah yang memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan TNI Angkatan Laut.
Kapal ini dikenal melalui pelayaran panjangnya, termasuk perjalanan mengelilingi dunia yang menjadi bagian dari sejarah dan pengalaman pelayaran para awaknya.
Kini, kapal tersebut hadir di Pelabuhan Cirebon dan dapat dikunjungi masyarakat secara gratis. Kesempatan ini memungkinkan warga melihat dari dekat bentuk kapal layar yang telah digunakan selama puluhan tahun tersebut.
Dengan usia sekitar tujuh dekade, KRI Dewaruci masih memperlihatkan bentuk dan karakter kapal layar yang khas. Keberadaan kapal ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan maritim Indonesia tidak hanya berkaitan dengan armada modern, tetapi juga dengan sejarah, tradisi pelayaran, dan pengalaman generasi pelaut sebelumnya.
Kehadiran kapal bersejarah tersebut di Cirebon menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh dunia kemaritiman.
Terlebih, Cirebon merupakan salah satu kota pesisir di Jawa Barat yang memiliki hubungan erat dengan aktivitas pelabuhan dan kehidupan masyarakat pesisir.
Melalui kunjungan ini, masyarakat dapat memperoleh gambaran lebih dekat mengenai kapal layar yang digunakan dalam kegiatan TNI Angkatan Laut.
Pengunjung juga dapat melihat secara langsung sejumlah bagian kapal dan berbagai dokumentasi sejarah yang tersedia di dalamnya.
TNI AL Buka Kesempatan Bagi Masyarakat dan Pelajar
Kunjungan KRI Dewaruci di Pelabuhan Cirebon tidak hanya ditujukan sebagai kegiatan seremonial. Kehadiran kapal tersebut juga menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial serta penyampaian wawasan kepada masyarakat.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon, Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng, menyampaikan bahwa kehadiran KRI Dewaruci diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan wawasan mengenai dunia maritim.
Menurutnya, kesempatan mengunjungi kapal secara langsung dapat menjadi pengalaman tersendiri, terutama bagi kalangan pelajar yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kehidupan di kapal dan tugas personel TNI Angkatan Laut.
Selain memberikan wawasan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat serta motivasi dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah maritim.
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah perairan yang luas. Karena itu, pemahaman mengenai pentingnya laut dan upaya menjaga kedaulatan maritim menjadi hal yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, termasuk generasi muda.
Kehadiran KRI Dewaruci di tengah masyarakat menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan institusi TNI Angkatan Laut dengan warga.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengenal sisi lain dunia kemaritiman sekaligus memahami pentingnya peran personel yang bertugas menjaga wilayah perairan Indonesia.
Bagi pelajar, kunjungan ini juga dapat menjadi pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah. Mereka tidak hanya memperoleh informasi melalui buku pelajaran, tetapi juga berkesempatan melihat langsung kapal yang memiliki sejarah panjang dalam dunia pelayaran Indonesia.
Bagian dalam Kapal Masih Mempertahankan Karakter Aslinya
Salah satu hal yang menarik perhatian dari KRI Dewaruci adalah kondisi sejumlah bagian kapal yang masih mempertahankan karakter lamanya.
Di bagian dalam, komponen kapal terlihat masih kokoh, sementara ukiran kayu jati memberikan ciri khas tersendiri pada interiornya.
Detail tersebut menjadi bagian dari daya tarik KRI Dewaruci sebagai kapal layar bersejarah. Material dan arsitektur yang digunakan memperlihatkan karakter kapal yang berbeda dari kapal-kapal modern dengan desain dan teknologi yang lebih baru.
Bagi pengunjung, bagian dalam kapal dapat memberikan pengalaman melihat lebih dekat bagaimana sebuah kapal layar dirancang dan digunakan dalam pelayaran.
Setiap bagian memiliki fungsi tersendiri dalam menunjang aktivitas awak kapal selama menjalankan tugas di laut.
Selain kondisi fisik kapal, pengunjung juga dapat melihat dokumentasi para komandan KRI Dewaruci dari masa ke masa. Deretan foto tersebut menggambarkan perjalanan kepemimpinan yang menjadi bagian dari sejarah kapal hingga saat ini.
Dokumentasi sejarah semacam itu memberikan gambaran mengenai kesinambungan pengabdian para personel yang pernah bertugas di KRI Dewaruci.
Kapal ini bukan hanya menjadi sarana pelayaran, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman dan perjalanan karier para pelaut TNI Angkatan Laut.
Keberadaan sejumlah komponen lama yang masih dipertahankan juga menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu tiang di bagian tengah kapal disebut masih menggunakan material asli sejak kapal tersebut dibuat.
Hal tersebut menunjukkan nilai historis yang melekat pada KRI Dewaruci. Di tengah perkembangan teknologi kapal yang semakin modern, keberadaan komponen asli menjadi bagian penting dari karakter kapal yang telah melewati perjalanan panjang.
Dibuat di Jerman Barat Pada 1952
KRI Dewaruci dibuat di Jerman Barat pada 1952. Sejak awal keberadaannya, kapal ini menjadi bagian dari sejarah pelayaran TNI Angkatan Laut dan dikenal luas karena karakteristiknya sebagai kapal layar.
Usianya yang telah mencapai lebih dari tujuh dekade menjadikan KRI Dewaruci sebagai kapal yang memiliki nilai sejarah tersendiri. Pengalaman pelayaran yang panjang turut membentuk identitas kapal tersebut di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Komandan KRI Dewaruci ke-42, Letkol Laut (P) Nana Masrhana, menjelaskan bahwa kapal tersebut merupakan kapal bersejarah yang masih mempertahankan sejumlah komponen aslinya.
KRI Dewaruci juga telah melakukan pelayaran mengelilingi dunia sebanyak dua kali. Catatan perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah kapal dan memperlihatkan pengalaman panjangnya dalam mengarungi berbagai perairan.
Pelayaran lintas negara memberikan pengalaman tersendiri bagi awak kapal, mulai dari menghadapi kondisi laut yang beragam hingga menjalankan aktivitas pelayaran dalam waktu panjang.
Pengalaman tersebut juga berkaitan dengan keterampilan, kedisiplinan, dan kerja sama yang dibutuhkan dalam kehidupan di atas kapal.
Sebagai kapal layar, KRI Dewaruci memiliki karakteristik yang berbeda dari kapal perang modern. Kapal layar mengandalkan sistem layar sebagai bagian penting dalam pelayaran, sehingga pengoperasiannya membutuhkan pemahaman mengenai angin, kondisi laut, serta koordinasi antarpersonel.
Nilai sejarah dan pengalaman pelayaran itulah yang membuat KRI Dewaruci tetap dikenal hingga sekarang. Kapal ini menjadi salah satu pengingat perjalanan panjang tradisi pelayaran di lingkungan TNI Angkatan Laut.
KRI Dewaruci Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Bergerak
Selain memiliki sejarah panjang, KRI Dewaruci juga disebut telah ditetapkan pemerintah sebagai cagar budaya bergerak.
Status tersebut berkaitan dengan nilai sejarah yang dimiliki kapal dan pentingnya menjaga keberadaannya sebagai bagian dari warisan maritim Indonesia.
Kapal bersejarah tidak hanya dinilai dari usia, tetapi juga dari perjalanan, fungsi, dan perannya dalam perkembangan suatu institusi maupun sejarah bangsa.
Dalam konteks KRI Dewaruci, perjalanan pelayaran dan keterkaitannya dengan TNI Angkatan Laut menjadi bagian dari nilai yang melekat pada kapal tersebut.
Keberadaan kapal ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal warisan maritim secara langsung. Selama ini, sejarah pelayaran sering kali dipelajari melalui buku, foto, atau dokumentasi.
Melalui kunjungan langsung, masyarakat dapat melihat bentuk fisik kapal dan sejumlah bagian yang menjadi ciri khasnya.
Pelestarian kapal bersejarah juga memiliki arti penting bagi generasi mendatang. Kapal seperti KRI Dewaruci dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah pelayaran, perkembangan teknologi kapal, serta peran manusia dalam menjelajahi lautan.
Karena itu, kunjungan masyarakat ke KRI Dewaruci tidak hanya menawarkan pengalaman melihat kapal dari dekat. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal salah satu bagian dari perjalanan sejarah maritim Indonesia.
Menumbuhkan Wawasan Maritim Bagi Generasi Muda
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kepentingan besar dalam menjaga wilayah laut dan mengembangkan wawasan kemaritiman.
Laut tidak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga berperan dalam kegiatan ekonomi, perikanan, perdagangan, serta hubungan antardaerah.
Pemahaman mengenai pentingnya laut perlu diperkenalkan sejak dini. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengenal sarana pelayaran dan melihat langsung bagaimana sebuah kapal beroperasi.
Kunjungan ke KRI Dewaruci dapat menjadi pengalaman edukatif bagi pelajar. Mereka dapat mengenal bentuk kapal layar, melihat dokumentasi sejarah, serta memperoleh gambaran mengenai tugas dan kehidupan para awak kapal.
Pengalaman tersebut juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu mengenai berbagai profesi di bidang maritim. Dunia kemaritiman memiliki banyak bidang pekerjaan, mulai dari pelaut, teknisi kapal, ahli navigasi, hingga personel yang bertugas dalam pertahanan wilayah laut.
Di sisi lain, kegiatan ini dapat membantu memperkenalkan pentingnya kedisiplinan dan kerja sama. Aktivitas di kapal membutuhkan koordinasi yang baik karena setiap awak memiliki tugas yang saling berkaitan.
Nilai-nilai tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda. Selain memperoleh pengetahuan sejarah, mereka juga dapat memahami bahwa pelayaran membutuhkan persiapan, keterampilan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja bersama.
Kehadiran KRI Dewaruci di Pelabuhan Cirebon dengan akses kunjungan gratis menjadi kesempatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan pengalaman tersebut secara langsung.
Lokasi dan Jadwal Kunjungan KRI Dewaruci di Cirebon
Masyarakat yang ingin melihat kapal layar legendaris KRI Dewaruci dapat mendatangi Dermaga Pelita III, Pelabuhan Cirebon. Kapal tersebut dijadwalkan berada di lokasi hingga 18 Oktober 2026.
Kunjungan dibuka secara gratis bagi masyarakat dan pelajar. Dengan demikian, warga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat kapal bersejarah yang telah melakukan pelayaran mengelilingi dunia sebanyak dua kali.
Sebelum berangkat, calon pengunjung sebaiknya memastikan kembali informasi mengenai jam kunjungan, ketentuan masuk, serta aturan yang berlaku di area pelabuhan melalui pihak penyelenggara atau Lanal Cirebon. Informasi tersebut penting untuk membantu pengunjung merencanakan kedatangan dengan baik.
Pengunjung juga perlu mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan dermaga maupun di atas kapal. Mengingat lokasi kunjungan berada di area pelabuhan dan kapal merupakan sarana milik TNI Angkatan Laut, setiap pengunjung perlu memperhatikan ketentuan keselamatan serta menjaga ketertiban.
Bagi orang tua yang datang bersama anak-anak, pengawasan selama kunjungan juga perlu diperhatikan. Pengunjung sebaiknya mengikuti jalur yang telah ditentukan dan tidak menyentuh atau memindahkan perlengkapan kapal tanpa izin petugas.
Kesempatan mengunjungi KRI Dewaruci secara gratis ini dapat menjadi pilihan kegiatan edukatif bagi keluarga maupun rombongan pelajar.
Selain menambah pengetahuan, kunjungan tersebut memberikan pengalaman berbeda karena masyarakat dapat melihat langsung kapal yang memiliki sejarah panjang dalam pelayaran Indonesia.
Kesempatan Mengenal Lebih Dekat Sejarah Maritim Indonesia
Kehadiran KRI Dewaruci di Pelabuhan Cirebon menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kapal layar bersejarah milik TNI Angkatan Laut.
Kapal yang dibuat pada 1952 tersebut menyimpan perjalanan panjang, mulai dari pengalaman pelayaran hingga berbagai dokumentasi yang berkaitan dengan sejarahnya.
Akses kunjungan gratis hingga 18 Oktober 2026 juga membuka peluang bagi pelajar dan masyarakat umum untuk memperoleh pengalaman belajar di luar ruangan.
Pengunjung dapat melihat secara langsung bagian kapal, mengenal karakteristik kapal layar, serta memahami pentingnya sejarah maritim bagi Indonesia.
Bagi warga Cirebon dan sekitarnya, kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebelum KRI Dewaruci meninggalkan pelabuhan.
Masyarakat yang berminat dapat datang ke Dermaga Pelita III, Pelabuhan Cirebon, dengan tetap memperhatikan informasi jadwal dan ketentuan kunjungan dari pihak penyelenggara.
Lebih dari sekadar kapal layar berusia puluhan tahun, KRI Dewaruci merupakan bagian dari perjalanan sejarah pelayaran Indonesia.
Kehadirannya di Cirebon menjadi pengingat akan panjangnya tradisi maritim bangsa sekaligus pentingnya mengenalkan sejarah tersebut kepada generasi berikutnya.
