Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin usul masyarakat biayai program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Instagram/sbnajamudin)
Buletinmedia.com – Ketua DPD RI, Sultan B Najamuddin, mendorong agar program makan bergizi gratis (MBG) melibatkan dana yang bersumber dari masyarakat untuk memastikan keberlanjutannya dan cakupannya yang lebih luas. Dalam hal ini, Sultan mengusulkan penggunaan dana zakat sebagai salah satu sumber pendanaan untuk membiayai program makan bergizi gratis. Menurut Sultan, meskipun pemerintah, khususnya yang dipimpin oleh Pak Prabowo dan Mas Gibran, memiliki niat yang sangat besar untuk menjalankan program ini secara maksimal, namun beliau menyadari bahwa anggaran negara tentu saja tidak bisa sepenuhnya dialokasikan untuk membiayai program tersebut.
“Saya melihat begini, memang negara pasti di bawah Pak Prabowo Mas Gibran, ini betul-betul ingin, ya, ingin program makan bergizi gratis ini maksimal. Hanya saja, kan kita tahu semua bahwa anggaran kita juga tidak, tentu tidak akan semua dipakai untuk makan gizi gratis,” ujar Sultan saat memberikan keterangan di gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta. Oleh karena itu, Sultan mengusulkan agar masyarakat juga terlibat dalam pembiayaan program ini dengan memanfaatkan dana zakat yang memiliki potensi besar untuk mendukung inisiatif tersebut.
Sultan menyatakan bahwa di Indonesia, terdapat “DNA” gotong royong yang sangat kuat dalam masyarakat, yang menjadi dasar untuk mendorong partisipasi publik dalam berbagai program sosial, termasuk dalam program makan bergizi gratis. “Saya sih melihat ada DNA dari negara kita, DNA dari masyarakat Indonesia itu kan dermawan, gotong royong. Nah, kenapa nggak ini justru kita manfaatkan juga,” kata Sultan, menekankan pentingnya pemanfaatan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut, Sultan memberikan contoh konkret bagaimana masyarakat bisa turut berkontribusi dalam pembiayaan program makan bergizi gratis. “Contoh, bagaimana kita menstimulus agar masyarakat umum pun terlibat di program makan bergizi gratis ini. Di antaranya adalah saya kemarin juga berpikir kenapa nggak ya zakat kita yang luar biasa besarnya juga kita mau libatkan ke sana, itu salah satu contoh,” ujar Sultan, yang berharap ide ini bisa diwujudkan untuk memperluas pembiayaan program tersebut tanpa mengandalkan sepenuhnya pada anggaran negara.
Dengan melibatkan masyarakat melalui zakat dan dana dari sumber lain, Sultan berharap pemerintah tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beliau juga mengungkapkan bahwa beberapa negara, termasuk Jepang, mulai memberikan dukungan untuk program makan bergizi gratis. “Sehingga pemerintah tidak bekerja sendiri dengan anggaran yang ada. Saya pun sudah menyampaikan dengan beberapa duta besar, saya sampaikan tolong dong kami punya negara ini, negara kami punya program andalan yang namanya makan bergizi gratis. Tolong juga kalau negara-negara luar juga ingin berkontribusi,” ujar Sultan, yang mengapresiasi dukungan internasional, khususnya dari Jepang, yang sudah menunjukkan niat untuk mendukung program tersebut.
Sultan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam memastikan kesuksesan program makan bergizi gratis ini. “Nah, ternyata kemarin juga kita senang Jepang sudah mulai ikut support kita. Saya mau mengatakan bahwa program makan bergizi gratis ini, kalaupun memang ini program andalan dari eksekutif atau pemerintah, tapi kami berharap dari parlemen melakukan semua fungsi yang ada, memastikan agar program ini juga betul-betul berjalan dengan maksimal,” tutup Sultan, berharap agar program ini dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
