Hubungan antara aktris sekaligus selebgram Jennifer Coppen dengan bek andalan Timnas Indonesia, Justin Hubner, tampaknya tak lagi sebatas rumor. Keduanya kini tampil semakin terbuka, menandakan bahwa ikatan mereka bukan sekadar kedekatan biasa, melainkan hubungan yang mulai mengarah pada keseriusan.
Tak lagi menyembunyikan kebersamaan mereka, Jennifer dan Justin kerap terlihat mendampingi satu sama lain dalam berbagai momen penting—baik di ranah publik maupun pribadi. Salah satu momen yang menjadi sorotan luas adalah ketika Jennifer hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat Indonesia bertanding melawan China pada Kamis, 5 Juni 2025.
Bukan hanya sekadar hadir sebagai penonton, Jennifer tampak mengenakan jersey merah Timnas Indonesia lengkap dengan nama “Hubner” di bagian punggungnya—sebuah bentuk dukungan simbolis dan penuh makna untuk sang kekasih yang sedang berjuang di lapangan hijau.
Yang membuat suasana makin mencair, Jennifer duduk berdampingan dengan kedua orang tua Justin: sang ayah, Ferdinan Patrick Rudolf Hubner, dan ibunda Brigitte Prophitus. Kedekatan mereka di tribun tak pelak menimbulkan kesan bahwa hubungan ini telah mendapatkan restu dari pihak keluarga.
Tak berhenti sampai di situ, Jennifer juga turut mengajak sang ayah, Ricardo Benito Coppen, untuk menyaksikan laga tersebut. Hal ini menciptakan suasana manis dan harmonis layaknya pertemuan dua keluarga yang mulai saling mengenal lebih dalam.
Namun, di balik momen keluarga yang menyentuh hati, publik justru dibuat lebih terharu oleh potret kedekatan yang ditunjukkan Justin terhadap Kamari—putra kecil Jennifer Coppen dari pernikahannya dengan mendiang Dali Wassink.
Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, Justin menunjukkan perhatian dan kasih sayang yang tulus kepada Kamari. Salah satu momen paling viral menunjukkan saat Kamari menangis karena harus berpisah sementara dengan Justin. Tanpa ragu, Justin langsung memeluk dan menggendong balita tersebut. Kamari yang awalnya menangis pun tampak tenang dalam pelukan Justin, bahkan menyandarkan kepala mungilnya di bahu sang pesepak bola, seolah telah menemukan figur ayah yang selama ini hilang.
Warganet pun tak bisa menahan rasa haru mereka. Banyak yang menyampaikan harapan agar hubungan ini tidak berakhir sebagai kisah cinta sesaat. Kehadiran Kamari dalam hubungan mereka memberi lapisan emosional yang dalam—bukan hanya tentang cinta dua insan dewasa, tapi juga tentang kehadiran sosok ayah untuk anak kecil yang telah kehilangan figur tersebut sejak dini.
Komentar-komentar penuh emosi pun membanjiri media sosial. Salah satu netizen menulis, “Kalau bisa, jangan main-main ya. Kamari itu udah bonding banget, jangan bikin dia kehilangan lagi.” Sementara yang lain menambahkan, “Jusa, ini bukan cuma tentang kamu dan Jen, tapi juga Kamari. Tolong jangan jadi luka baru buat dia.”
