Ratusan calon jemaah haji jalani tes kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci (Foto : Darfan)
KUNINGAN, Buletinmedia.com – Menjelang musim haji 2026, ratusan calon jemaah haji di Kabupaten Kuningan mulai menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ke Tanah Suci. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan layak mengikuti rangkaian ibadah haji yang membutuhkan fisik prima.
Pemeriksaan kesehatan tersebut dilaksanakan pada Minggu siang dan diikuti oleh ratusan calon jemaah haji yang telah masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini. Para jemaah tampak antusias mengikuti setiap tahapan pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas medis.
Dalam proses pemeriksaan, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi kesehatan jemaah. Mulai dari pengukuran tekanan darah, pemeriksaan jantung, hingga pemberian vaksinasi yang menjadi syarat wajib sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan haji, mengingat kondisi cuaca dan aktivitas ibadah di Mekkah dan Madinah yang cukup berat. Oleh karena itu, kesehatan jemaah menjadi prioritas utama agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan lancar.
Pemeriksaan kesehatan tahap kedua ini dipusatkan di Puskesmas Manggari Lebakwangi. Di lokasi tersebut, petugas memeriksa satu per satu calon jemaah dengan teliti. Tidak hanya pemeriksaan fisik, tetapi juga dilakukan evaluasi riwayat kesehatan masing-masing jemaah.
Selain pemeriksaan tekanan darah dan jantung, jemaah juga mendapatkan vaksin influenza sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit. Vaksin ini penting untuk melindungi jemaah dari potensi infeksi selama berada di lingkungan dengan mobilitas tinggi seperti saat ibadah haji.
Sebelumnya, para calon jemaah haji juga telah menerima vaksin polio dan vaksin Covid-19. Pemberian vaksin ini menjadi salah satu syarat administratif sekaligus upaya perlindungan kesehatan bagi jemaah selama menjalankan ibadah.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan setiap calon jemaah haji untuk memenuhi standar kesehatan tertentu. Tujuannya tidak hanya melindungi individu, tetapi juga mencegah penyebaran penyakit di antara jemaah dari berbagai negara.
Salah satu calon jemaah haji, Udin Sudin, mengaku bersyukur dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan keberangkatannya tahun ini. Ia menyebut bahwa proses ini menjadi momen penting setelah penantian panjang.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, kondisi jantung, serta vaksinasi influenza. Ia berharap hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang baik sehingga dapat berangkat tanpa kendala.
Udin juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menunggu hampir dua belas tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji. Kesempatan berangkat tahun ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh dirinya dan keluarga.
Harapan besar pun disampaikan agar seluruh proses berjalan lancar hingga hari keberangkatan. Ia juga berharap dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan kondisi fisik yang prima.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kuningan, Deni Mustafa, menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun.
Menurutnya, selain pemeriksaan kesehatan, pihaknya juga memberikan bimbingan terkait rangkaian ibadah haji kepada para jemaah. Hal ini bertujuan agar jemaah tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memahami tata cara pelaksanaan ibadah dengan baik.
Ia menambahkan bahwa kesiapan jemaah harus mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, pengetahuan ibadah, hingga kesiapan mental. Dengan demikian, jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih khusyuk dan tertib.
Pemeriksaan kesehatan ini juga menjadi sarana untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan yang mungkin dialami jemaah. Jika ditemukan kondisi tertentu, maka akan dilakukan penanganan atau pendampingan khusus sebelum keberangkatan.
Dinas Kesehatan Kuningan memastikan bahwa seluruh proses dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan. Petugas medis yang terlibat juga telah dibekali dengan pelatihan khusus untuk menangani calon jemaah haji.
Untuk musim haji tahun 2026, jumlah calon jemaah haji asal Kuningan tercatat sebanyak 680 orang. Seluruh jemaah tersebut akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang.
Pemberangkatan akan dilakukan melalui Embarkasi Kertajati, yang menjadi salah satu titik keberangkatan jemaah haji dari Jawa Barat. Embarkasi ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung proses keberangkatan.
Kelompok terbang pertama dijadwalkan berangkat pada 28 April 2026. Sementara itu, kelompok terbang kedua akan diberangkatkan pada 18 Mei 2026.
Pembagian kelompok terbang ini dilakukan untuk mempermudah pengaturan jadwal serta memastikan seluruh proses berjalan tertib. Setiap jemaah akan mendapatkan informasi lengkap terkait jadwal dan persiapan yang harus dilakukan.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, diharapkan seluruh calon jemaah haji asal Kuningan dapat berangkat dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah. Pemeriksaan kesehatan menjadi langkah awal yang sangat penting dalam memastikan hal tersebut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah. Mulai dari tahap persiapan hingga kepulangan, seluruh proses diharapkan berjalan lancar.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang matang. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian persiapan.
Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, para jemaah diharapkan dapat menjalankan setiap rukun dan wajib haji dengan optimal. Harapannya, seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Antusiasme para calon jemaah haji Kuningan menjadi gambaran semangat masyarakat dalam menunaikan rukun Islam kelima. Penantian panjang yang mereka jalani kini mulai terbayar dengan persiapan yang semakin matang menuju Tanah Suci.
