Tangkapan Layar - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan paparannya saat memimpin rapat bersama pemangku kepentingan terkait pembahasan kajian penguatan regulasi perlindungan anak di ruang digital, di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Kamis (6/2/2025)
Buletinmedia.com – Google telah menyatakan komitmennya untuk membantu pemerintah Indonesia dalam meningkatkan regulasi yang melindungi anak-anak dari konten berbahaya, seperti pornografi anak dan perjudian online. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Kebijakan Publik YouTube, Leslie Miller, dalam pertemuannya dengan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, di Kantor Google Paris pada Selasa, 11 Februari.
Meutya Hafid mengungkapkan kekhawatirannya terkait meningkatnya kasus pornografi anak dan perjudian online di Indonesia. Data dari National Center for Missing and Exploited Children menunjukkan bahwa Indonesia termasuk dalam empat besar negara dengan kasus pornografi anak tertinggi di dunia. Selain itu, laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menyebutkan bahwa sekitar 2% dari pemain judi online di Indonesia berusia di bawah 10 tahun, dengan total 80.000 orang.
“Regulasi yang lebih ketat sangat diperlukan untuk memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari konten berbahaya. Kami berharap kerja sama yang lebih erat dengan Google untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak,” ujar Meutya Hafid dalam keterangannya.
Leslie Miller menanggapi hal tersebut dengan positif, menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar untuk produk Google, khususnya YouTube. “Kami siap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk memastikan platform kami lebih aman bagi semua pengguna, terutama anak-anak,” kata Leslie.
Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan online yang lebih aman dan mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah yang semakin serius terkait perlindungan anak-anak di dunia digital.
