Bus Pariwisata Rombongan ASN Pati Tersangkut di Gapura Cirebon, Tembok Retak Nyaris Roboh (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tersangkut di gapura Jalan Tanda Barat, pusat Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa siang. Insiden bus pariwisata tersangkut di gapura Cirebon ini diduga terjadi karena sopir tidak mengenal medan jalan yang dilalui. Akibat kejadian tersebut, gapura khas Cirebon itu mengalami retak dan nyaris roboh.
Peristiwa bus ASN Pati tersangkut di gapura Cirebon ini sontak menarik perhatian warga sekitar. Bus berukuran besar itu diketahui baru pertama kali melintas di jalur tersebut. Jalan Tanda Barat memang dikenal sebagai akses yang relatif sempit dan tidak biasa dilalui kendaraan besar seperti bus pariwisata.
Menurut informasi di lokasi, bus pariwisata rombongan ASN Kabupaten Pati itu hendak melanjutkan perjalanan setelah berwisata di Cirebon. Namun saat melintas di bawah gapura dengan tinggi sekitar lima meter dan lebar enam meter, bagian atas bus tersangkut pada bentangan gapura. Rak besi di bagian atap bus terkunci dan tidak bisa bergerak, sehingga kendaraan tersebut terjebak tepat di bawah bangunan gapura.
Akibat benturan dan tekanan dari badan bus, struktur gapura mengalami keretakan di beberapa bagian. Bahkan, posisi gapura terlihat miring dan nyaris roboh. Warga yang menyaksikan kejadian itu mengaku khawatir gapura akan ambruk jika bus dipaksakan untuk maju atau mundur.
Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon yang menerima laporan warga langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Proses evakuasi bus pariwisata tersangkut di Kota Cirebon ini berlangsung cukup lama dan menyita perhatian pengguna jalan.
Petugas Dishub Kota Cirebon, Bonar Sunarsah, menjelaskan bahwa bagian rak atas bus tersangkut pada struktur gapura sehingga harus dipotong agar bus dapat dievakuasi.
“Untuk proses evakuasi, rak atas bus tersangkut di gapura. Jadi kami potong bagian rak tersebut supaya bus tidak tertahan. Proses evakuasi sekitar 30 menit. Namun akibat kejadian ini, gapura menjadi doyong dan terdapat beberapa retakan,” ujar Bonar.
Sebuah crane milik Dishub Kota Cirebon turut diterjunkan ke lokasi guna menjangkau bagian atas bus. Petugas kemudian menggunakan gerinda untuk memotong besi kecil di bagian atap bus yang tersangkut. Proses pemotongan ini memakan waktu sekitar tiga puluh menit hingga akhirnya bus berhasil dilepaskan dari gapura.
Meski proses pemotongan berlangsung sekitar setengah jam, keseluruhan penanganan bus tersangkut di gapura Cirebon ini memakan waktu lebih dari satu jam. Selama proses evakuasi, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat karena banyak warga yang berhenti untuk menyaksikan kejadian tersebut.
Setelah bagian besi yang tersangkut berhasil dipotong, bus pariwisata rombongan ASN Pati akhirnya dapat melanjutkan perjalanan. Namun kondisi gapura terlihat mengalami kerusakan cukup serius. Sejumlah retakan tampak jelas di badan bangunan, dan posisi gapura sedikit miring sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi roboh.
Warga setempat, Emay, mengaku baru pertama kali melihat bus berukuran besar melintasi jalan tersebut. Menurutnya, akses Jalan Tanda Barat memang bukan jalur yang biasa dilalui kendaraan besar.
“Ini ada rombongan dari Pati habis jalan-jalan di Cirebon mau pulang lewat gapura sini, ternyata mentok di gapuranya. Mau maju takut roboh. Memang ini baru pertama kali bus melintas ke sini. Biasanya bus tidak bisa lewat,” ujar Emay.
Kejadian bus pariwisata tersangkut di gapura Kota Cirebon ini pun menjadi perbincangan warga sekitar. Banyak yang menilai sopir seharusnya lebih berhati-hati dan memastikan rute yang dilalui aman untuk kendaraan besar. Apalagi, jalan di pusat kota kerap memiliki pembatas tinggi tertentu yang tidak dirancang untuk bus pariwisata.
Selain menimbulkan kerusakan pada bangunan gapura, insiden ini juga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Seluruh rombongan ASN Kabupaten Pati dilaporkan selamat.
Tidak lama setelah bus berhasil dievakuasi, rombongan ASN tersebut dipindahkan ke kendaraan lain untuk melanjutkan perjalanan. Hingga Selasa sore, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola bus maupun dari rombongan terkait insiden bus tersangkut di gapura Cirebon ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perencanaan rute perjalanan, terutama bagi kendaraan besar seperti bus pariwisata. Pengemudi diharapkan lebih cermat dalam menggunakan aplikasi navigasi serta memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan batas tinggi kendaraan di setiap jalur yang dilalui.
Pemerintah daerah setempat juga diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap akses jalan di sekitar gapura, termasuk pemasangan rambu pembatas tinggi kendaraan agar kejadian serupa tidak terulang. Kejadian bus ASN Pati tersangkut di gapura Cirebon ini menjadi pelajaran bersama agar keselamatan dan infrastruktur kota tetap terjaga.
