Balapan HYROX semakin populer.(Sumber Foto : skysport.com)
Buletinmedia.com – Setelah olahraga padel mencuri perhatian banyak orang, kini giliran Hyrox yang menjadi tren baru di dunia kebugaran. Kompetisi olahraga yang menggabungkan latihan kekuatan dan daya tahan tubuh ini semakin populer karena dianggap menjadi tantangan menarik bagi mereka yang ingin menguji kemampuan fisik.
Banyak orang mulai tertarik mengikuti Hyrox karena melihat keseruan para peserta yang mampu menyelesaikan rangkaian latihan berat dalam satu kompetisi. Tidak sedikit pula yang merasa ingin mencoba karena takut tertinggal dari tren atau mengalami FOMO (fear of missing out).
Namun, sebelum memutuskan ikut Hyrox, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Dokter mengingatkan bahwa kompetisi ini bukan sekadar olahraga biasa. Dibutuhkan persiapan fisik yang matang karena Hyrox memberikan beban besar pada otot, sistem pernapasan, dan terutama kerja jantung.
Jika dilakukan tanpa persiapan yang cukup, olahraga intens seperti Hyrox berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, terutama bagi orang yang belum memiliki kondisi fisik yang siap atau memiliki gangguan jantung yang belum diketahui sebelumnya.
Apa Itu Hyrox dan Mengapa Banyak Orang Tertarik Mengikutinya?
Hyrox merupakan kompetisi kebugaran yang menggabungkan unsur latihan kardio dan kekuatan dalam satu rangkaian pertandingan. Berbeda dengan olahraga biasa yang hanya fokus pada satu jenis latihan, Hyrox menguji kemampuan peserta secara menyeluruh.
Dalam kompetisi ini, peserta harus melewati delapan pos latihan fungsional. Setiap pos latihan diselingi dengan lari sejauh satu kilometer. Artinya, peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berlari, tetapi juga harus mempunyai kekuatan otot, daya tahan tubuh, serta kemampuan mengatur energi selama pertandingan berlangsung.
Beberapa latihan yang biasanya terdapat dalam Hyrox melibatkan aktivitas seperti mendorong beban, menarik beban, membawa beban berat, melakukan gerakan fungsional, hingga latihan yang menguji kekuatan tubuh bagian atas dan bawah.
Kombinasi antara lari jarak pendek berulang dan latihan beban membuat Hyrox menjadi kompetisi yang cukup menantang. Peserta harus mampu menjaga performa tubuh meski mengalami kelelahan secara bertahap.
Hal inilah yang membuat Hyrox menarik perhatian banyak pecinta olahraga. Kompetisi ini memberikan pengalaman berbeda karena peserta bisa mengukur kemampuan fisik mereka secara langsung.
Fenomena FOMO Ikut Hyrox Mulai Bermunculan
Popularitas Hyrox yang meningkat membuat banyak orang mulai tertarik untuk mencoba. Berbagai konten mengenai latihan Hyrox juga banyak muncul di media sosial, mulai dari video persiapan peserta, suasana kompetisi, hingga cerita keberhasilan menyelesaikan tantangan tersebut.
Situasi ini kemudian memunculkan fenomena FOMO atau rasa takut tertinggal dari tren. Sebagian orang akhirnya ingin ikut Hyrox bukan karena sudah memiliki persiapan fisik, tetapi karena melihat banyak orang lain melakukannya.
Padahal, setiap orang memiliki tingkat kebugaran yang berbeda. Seseorang yang rutin melakukan olahraga ringan belum tentu siap mengikuti kompetisi dengan intensitas tinggi seperti Hyrox.
Dokter spesialis kesehatan olahraga, Andhika Respati, mengingatkan masyarakat agar tidak mengikuti Hyrox hanya karena sedang populer. Menurutnya, olahraga ini membutuhkan persiapan yang serius karena melibatkan kombinasi antara ketahanan jantung dan kekuatan otot.
“Harus diingat bahwa Hyrox itu olahraga yang mengombinasikan antara ketahanan kardio dengan otot. Gerakannya bukan hanya lari, tetapi juga latihan beban,” ujar Andhika.
Risiko Ikut Hyrox Tanpa Persiapan yang Cukup
Hyrox memberikan tantangan besar bagi tubuh karena peserta harus melakukan aktivitas berat dalam waktu yang relatif panjang. Saat seseorang berlari, kemudian langsung melakukan latihan beban, jantung harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi otot.
Bagi orang yang sudah terbiasa melakukan latihan intens, kondisi tersebut mungkin dapat diatasi dengan baik. Namun, bagi mereka yang jarang berolahraga atau baru mulai meningkatkan aktivitas fisik, beban tersebut bisa menjadi masalah.
Andhika menjelaskan bahwa memaksakan diri mengikuti Hyrox tanpa memiliki dasar kebugaran yang cukup dapat berisiko terhadap kesehatan jantung.
Terlebih jika seseorang memiliki gangguan jantung yang belum terdeteksi. Kondisi tersebut dapat menjadi lebih berbahaya ketika tubuh dipaksa melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi.
“Kalau kardionya tidak siap atau ternyata punya gangguan jantung yang tidak disadari, lalu dipaksa ikut Hyrox, jantung bisa kolaps di lapangan,” jelasnya.
Risiko tersebut menjadi alasan mengapa pemeriksaan kondisi tubuh dan persiapan latihan sangat penting sebelum mengikuti kompetisi kebugaran.
Persiapan Sebelum Mengikuti Hyrox
Meski memiliki risiko jika dilakukan tanpa persiapan, bukan berarti Hyrox tidak boleh diikuti. Kompetisi ini tetap dapat menjadi aktivitas olahraga yang baik selama dilakukan dengan persiapan yang tepat.
Menurut dokter, calon peserta perlu membangun kemampuan tubuh secara bertahap sebelum mengikuti Hyrox.
Salah satu hal utama yang harus diperhatikan adalah kemampuan kardio. Peserta harus memiliki daya tahan jantung dan paru-paru yang baik karena sebagian besar tantangan dalam Hyrox membutuhkan stamina tinggi.
Latihan seperti jogging, lari jarak menengah, atau latihan interval dapat membantu meningkatkan kemampuan kardio sebelum mengikuti kompetisi.
Selain itu, latihan kekuatan juga perlu dilakukan. Peserta harus membangun kemampuan otot agar mampu menjalankan berbagai gerakan seperti mengangkat, menarik, atau membawa beban.
Kekuatan otot yang baik juga membantu mengurangi risiko cedera saat melakukan gerakan dengan intensitas tinggi.
Jangan Lupakan Teknik dan Stabilitas Tubuh
Selain kekuatan dan daya tahan, teknik olahraga juga menjadi faktor penting dalam persiapan Hyrox.
Melakukan gerakan latihan beban tanpa teknik yang benar dapat meningkatkan risiko cedera, terutama pada bagian punggung, lutut, dan bahu.
Karena itu, peserta pemula disarankan mempelajari teknik dasar terlebih dahulu sebelum meningkatkan intensitas latihan.
Stabilitas sendi juga perlu diperhatikan. Tubuh harus mampu menerima beban berulang selama kompetisi berlangsung.
Latihan penguatan otot inti atau core, keseimbangan, serta fleksibilitas dapat membantu tubuh lebih siap menghadapi tantangan Hyrox.
Kenali Kondisi Tubuh Sebelum Bertanding
Salah satu hal yang sering diabaikan oleh orang yang ingin mengikuti tren olahraga adalah mengenali batas kemampuan tubuh sendiri.
Tidak semua orang memiliki kondisi fisik yang sama. Ada orang yang membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun stamina, sementara sebagian lainnya dapat beradaptasi lebih cepat.
Sebelum mengikuti kompetisi seperti Hyrox, penting untuk memperhatikan tanda-tanda tubuh. Jika sering mengalami nyeri dada, sesak napas berlebihan, pusing saat olahraga, atau mudah mengalami kelelahan ekstrem, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengetahui apakah tubuh benar-benar siap melakukan aktivitas fisik berat.
Hyrox Bisa Menjadi Olahraga Positif Jika Dilakukan dengan Benar
Hyrox menawarkan pengalaman olahraga yang menarik karena menggabungkan berbagai kemampuan fisik dalam satu kompetisi. Olahraga ini dapat membantu meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
Namun, popularitas Hyrox sebaiknya tidak membuat seseorang mengabaikan persiapan. Mengikuti kompetisi hanya karena tren tanpa latihan yang cukup dapat membawa risiko bagi kesehatan.
Kunci utama sebelum mencoba Hyrox adalah membangun kemampuan tubuh secara bertahap, memahami teknik latihan, serta memastikan kondisi jantung dan fisik dalam keadaan baik.
Dengan persiapan yang tepat, Hyrox bukan hanya menjadi ajang mengikuti tren, tetapi juga bisa menjadi tantangan olahraga yang aman dan bermanfaat bagi kesehatan.
Sumber : www.cnnindonesia.com
