Instagram.com/FiersaBesari
Fiersa Besari dan rekan-rekan pendaki dalam ekspedisi menuju Puncak Carstensz Pyramid di Pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah, akhirnya berhasil mencapai basecamp dengan selamat. Kepastian mengenai kondisi mereka disampaikan langsung oleh Kepala Kantor SAR Timika, I Wayan Suyatna, pada Minggu malam, 2 Maret 2025. Tim evakuasi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan bahwa seluruh anggota ekspedisi yang berjumlah 13 orang, termasuk musisi dan penulis Fiersa Besari, telah kembali ke titik aman.
Tim pendakian yang bergabung dalam ekspedisi ini terdiri dari beberapa pendaki ternama seperti Indira Alaika, Furky, Poegiono, Saroni, dan Ludy Hadiyanto. Selain itu, ekspedisi ini juga diikuti oleh dua pendaki berkewarganegaraan Turki serta satu pendaki asal Rusia. Untuk memastikan keselamatan perjalanan, mereka didampingi oleh lima pemandu profesional, yakni Nurhuda, Alvin Perdana, Arlen Kolinug, Jeni Dainga, dan Ruslan. Seluruh anggota tim, termasuk para pemandu, dinyatakan selamat.
“Fiersa dan rekan-rekannya yang selamat saat ini sudah berada di Basecamp Lembah Kuning,” ungkap I Wayan Suyatna, sebagaimana dikutip dari Antara. Namun, dalam ekspedisi ini, dua pendaki bernama Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti dilaporkan meninggal dunia. Evakuasi terhadap jenazah Elsa Laksono telah dilakukan pada Minggu pagi menggunakan helikopter, bersama dengan tiga pendaki selamat lainnya yang kini berada di RSUD Timika.
Proses evakuasi untuk Lilie Wijayanti sempat dihentikan sementara pada Minggu pukul 15.00 WIT akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Evakuasi akan kembali dilanjutkan pada Senin, 3 Maret 2025, dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari personel TNI AD Timika, TNI AL Timika, Brimob Timika, Polsek Tembagapura, serta petugas dari PT Freeport Indonesia.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menjelaskan bahwa setelah tiba di basecamp dengan selamat, Fiersa Besari dan timnya kini telah beristirahat di salah satu hotel di Timika. Berdasarkan data yang dihimpun, pada Sabtu, 1 Maret 2025, pukul 22.48 WIT, Fiersa Besari dan rombongan mulai bergerak ke basecamp sementara, yang kemudian mereka capai pada Minggu dini hari, pukul 02.07 WIT. Saat itu, baru diketahui bahwa dua pendaki lainnya telah meninggal dunia. Namun, Hildiario menekankan bahwa Fiersa Besari dan para korban berasal dari tim pendakian yang berbeda.
Jenazah Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti dijadwalkan untuk diterbangkan ke Jakarta pada Senin, 3 Maret 2025, menggunakan maskapai Lion Air. Tragedi ini menjadi pengingat akan tantangan besar yang dihadapi para pendaki dalam menaklukkan puncak tertinggi di Indonesia, sekaligus menunjukkan pentingnya persiapan dan keselamatan dalam ekspedisi semacam ini.
