Banjir di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2025) (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Sragen sejak Senin malam, 20 Januari 2025, dan hingga Selasa siang, 21 Januari 2025, air belum juga surut. Penyebab banjir ini adalah meluapnya anak Sungai Bengawan Solo setelah hujan deras mengguyur sejak Senin sore.
Menurut Koordinator PSC 119 Sragen, dr. Udayanti Proborini, banjir merendam Kecamatan Sragen Kota, Sidoharjo, Tanon, Sukodono, Sambungmacan, Ngrampal, dan Jenar. “Air mulai menggenangi permukiman sejak malam, dan hingga kini belum surut karena level Sungai Bengawan Solo masih cukup tinggi,” ujarnya.
Di Kecamatan Sragen Kota, banjir menggenangi Dukuh Gabus RT 01 dan 02 serta Dukuh Tugu RT 01, 02, dan 03 di Desa Tangkil, dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter. Di Kecamatan Tanon, banjir mencapai ketinggian 1 meter di Dukuh Kalikobok RT 16 dan 17, sehingga akses jalan Tanon-Kalikobok sempat tidak bisa dilalui.
Kecamatan Sukodono terdampak lebih parah dengan air setinggi 1,5 meter yang merendam Dukuh Weru RT 17 dan 18 di Desa Juwok. Di Kecamatan Jenar, banjir juga setinggi 1,5 meter melanda Dukuh Patoman RT 01, Karang RT 02, dan Tawang RT 03. Beberapa daerah lainnya, seperti Dukuh Kakal dan Palangharjo, juga terdampak dengan ketinggian air hingga 30 sentimeter.
Di Kecamatan Sidoharjo, banjir merendam Dukuh Tambak RT 12 dan 13 di Desa Sribit dengan ketinggian 50 sentimeter, sementara Kecamatan Ngrampal mengalami genangan 20 sentimeter di Dukuh Klandungan RT 09. Kecamatan Sambungmacan menjadi wilayah yang terdampak paling luas, mencakup Desa Bedoro, Cemeng, dan Kedungbanteng, dengan ketinggian air hingga 70 sentimeter di beberapa lokasi.
Kepala BPBD Sragen, Triyono Putro, mengungkapkan bahwa banjir di sejumlah wilayah mulai surut, tetapi masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana seperti tanah longsor, banjir bandang, dan angin kencang.
