Ilustrasi operasi hidung (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Rinoplasti, atau operasi hidung, menjadi salah satu prosedur bedah plastik yang sangat populer dalam dunia kecantikan. Banyak orang menjalani prosedur ini untuk mendapatkan bentuk hidung yang lebih mancung, proporsional, atau sesuai standar kecantikan yang diinginkan. Di Indonesia, sejumlah selebriti seperti Nikita Mirzani, Mawar AFI, Jordi Onsu, Ivan Gunawan, dan Denada secara terbuka mengaku pernah melakukan rinoplasti sebagai bagian dari perawatan penampilan dan investasi karier.
Meski populer sebagai prosedur estetika, rinoplasti sebenarnya juga memiliki fungsi medis yang penting dan sering terlupakan. Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik, dr. Ruth Lumbuun, menjelaskan bahwa rinoplasti bukan hanya soal mempercantik hidung, tetapi juga bisa dilakukan untuk memperbaiki struktur hidung yang rusak akibat trauma seperti kecelakaan atau pukulan. Prosedur ini termasuk dalam bedah plastik rekonstruksi yang bertujuan mengembalikan bentuk dan fungsi hidung setelah cedera.
Rinoplasti rekonstruksi biasanya dilakukan untuk memperbaiki tulang hidung yang ambles atau rusak setelah benturan. Dalam kasus seperti itu, operasi ini sangat penting untuk mengembalikan fungsi pernapasan sekaligus bentuk hidung agar normal kembali. Sementara itu, bedah plastik estetik dilakukan untuk mengubah bagian tubuh yang sehat namun ingin diperbaiki tampilannya, misalnya hidung yang terlalu pesek atau melebar agar terlihat lebih proporsional dan menarik.
Selain rinoplasti, bedah plastik estetik juga bisa mencakup prosedur lain seperti operasi membuat lipatan mata, menghilangkan kantung mata, mengencangkan wajah, memperbesar atau mengencangkan payudara, serta sedot lemak. Semua prosedur ini bertujuan meningkatkan penampilan sesuai keinginan pasien, namun tetap harus dilakukan oleh dokter spesialis yang ahli agar hasilnya optimal dan aman.
Karena hidung berperan penting dalam fungsi pernapasan, operasi rinoplasti sebaiknya tidak hanya fokus pada bentuk tapi juga menjaga fungsi kesehatan. Oleh sebab itu, prosedur ini harus dilakukan oleh dokter bedah plastik yang kompeten dan memahami anatomi wajah secara mendalam. Dengan begitu, hasil operasi dapat memperbaiki penampilan sekaligus menjaga kesehatan pasien.
