Hujan deras yang terus-menerus mengguyur wilayah Dusun Sampora, Desa Purwasari, Kabupaten Kuningan (Foto : Darfan)
KUNINGAN, Buletinmedia.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kuningan selama beberapa hari terakhir memicu bencana longsor di Dusun Sampora, Desa Purwasari. Peristiwa yang terjadi pada Selasa siang itu menyebabkan satu rumah warga mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa material tanah dari tebing penahan.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Warga yang berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri saat longsor terjadi.
Tebing Penahan Longsor Setinggi Dua Meter
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, terlihat kondisi tebing penahan tanah setinggi kurang lebih dua meter runtuh dan menimpa bagian rumah warga. Material tanah yang cukup tebal langsung menghantam bangunan, menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian rumah.
Bagian yang paling terdampak adalah ruang tamu dan satu kamar. Tembok di kedua ruangan tersebut jebol akibat tekanan tanah yang cukup kuat. Selain itu, sejumlah perabotan rumah tangga juga dilaporkan rusak tertimpa material longsor.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras turun secara terus-menerus selama beberapa hari. Kondisi tanah yang jenuh air diduga menjadi penyebab utama longsor.
Hujan Deras Picu Tanah Labil
Menurut keterangan warga, hujan dengan intensitas tinggi sudah terjadi selama sekitar empat hari sebelum kejadian. Air hujan yang meresap ke dalam tanah membuat struktur tanah menjadi labil dan tidak mampu menahan beban.
Pemilik rumah, Ridwan, mengungkapkan bahwa kondisi tembok penahan tanah sebenarnya sudah mulai melemah sebelum akhirnya jebol.
“Sudah empat hari hujan terus. Kemungkinan air masuk ke dalam tanah dan membuat tembok jadi rapuh. Yang jebol itu bagian ruang tamu dan kamar. Alhamdulillah tidak ada korban,” ujarnya.
Warga dan Petugas Lakukan Evakuasi
Pasca kejadian, warga sekitar langsung bergerak cepat membantu proses evakuasi material tanah. Mereka bergotong royong membersihkan puing-puing yang menimpa rumah.
Petugas dari TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga turut turun ke lokasi untuk membantu penanganan. Proses pembersihan dilakukan secara manual menggunakan alat sederhana, mengingat akses ke lokasi yang terbatas.
Upaya ini dilakukan agar kondisi rumah bisa segera diamankan dan mencegah potensi longsor susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski kerusakan cukup parah, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hal ini menjadi kabar baik di tengah kekhawatiran warga terhadap potensi bencana yang lebih besar.
Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri tepat waktu sebelum material tanah menghantam bangunan. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat cuaca ekstrem terjadi.
BPBD Catat 9 Titik Rawan Longsor
Sementara itu, data dari BPBD Kuningan mencatat bahwa terdapat sedikitnya sembilan titik rawan longsor di wilayah Kabupaten Kuningan. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya sudah mengalami kejadian longsor yang berdampak pada rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan bahwa kondisi ini sejalan dengan peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Memang sesuai peringatan BMKG, curah hujan tinggi berpotensi menyebabkan longsor. Saat ini ada sembilan titik rawan, dan tiga di antaranya sudah terjadi longsor yang menimpa rumah warga,” jelasnya.
Warga Diminta Waspada
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah perbukitan atau dekat tebing.
Tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah, air yang merembes dari lereng, hingga suara gemuruh kecil perlu diwaspadai. Jika ditemukan indikasi tersebut, warga disarankan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Korban Mengungsi Sementara
Akibat kerusakan yang cukup berat, pemilik rumah untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat. Kondisi bangunan yang tidak layak huni membuat mereka harus mencari tempat tinggal sementara hingga proses perbaikan dilakukan.
Pemilik rumah berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat longsor. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban korban yang terdampak.
Antisipasi Bencana di Musim Hujan
Peristiwa ini menjadi salah satu contoh dampak dari intensitas hujan tinggi yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat. Selain banjir, longsor menjadi ancaman serius, terutama di daerah dengan kontur tanah labil.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana. Namun, peran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan, diharapkan dampak dari bencana alam seperti longsor dapat diminimalisir, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar di kemudian hari.
